KOMSOS – Di Yamasj Yeni pada 28-30 April 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat iman mewarnai pelaksanaan Joerat Youth Day (JYD) 2025, sebuah perayaan iman yang melibatkan Orang Muda Katolik dari Wilayah Joerat, Keuskupan Agats. Acara akbar ini mempertemukan 298 orang muda dari enam stasi yang tersebar di dua paroki: Paroki Santa Silvia Yamasj Yenisebagai tuan rumah, bersama Paroki Malaikat Gabriel Kapi.
Dengan mengusung tema “OMK Wujudkan Pertobatan Ekologis: Keseimbangan antara Pencipta, Manusia, dan Seluruh Alam Ciptaan”, JYD 2025 mengajak para orang muda untuk menyadari tanggung jawab mereka dalam merawat bumi sebagai rumah bersama. Tema ini menjadi panggilan konkret untuk menghidupi pertobatan ekologis di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang nyata.
Perjalanan Salib: Simbol Persatuan dan Misi Ekologis
Salah satu momen penting dalam JYD 2025 adalah perarakan salib, yang menjadi simbol persatuan, perjalanan iman, dan komitmen ekologis OMK. Salib ini memulai perjalanannya dari Kuasi Paroki You, wilayah Fait, yang sebelumnya telah mengadakan launching salib secara meriah.
Dari sana, salib akan terus diarak keliling Keuskupan Agats melintasi berbagai wilayah:
- Wilayah Fait
- Wilayah Joerat
- Wilayah Sawa Erma
- Unit Sirau
- Wilayah Akat
- Berakhir di Wilayah Agats
Setelah mengelilingi keuskupan, salib ini akan diantar menuju Papua Youth Day di Nabire, sebagai bentuk keterlibatan OMK Keuskupan Agats dalam perhelatan iman skala lebih besar di tingkat regional Papua.
Antusiasme dan Harapan
Antusiasme peserta JYD sangat terasa selama tiga hari perayaan. Rangkaian kegiatan seperti misa, adorasi, workshop tentang ekologi, pentas seni budaya, serta dialog iman memperkaya pengalaman rohani dan mempererat persaudaraan antar OMK dari berbagai stasi.
Melalui Joerat Youth Day 2025, para orang muda Katolik diajak untuk menjadi agen perubahan: menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan seluruh ciptaan, sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus.
JYD 2025 menegaskan bahwa masa depan bumi dan Gereja ada di tangan generasi muda yang berani bertobat, beraksi nyata, dan berkomitmen mewujudkan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

