Posted on: 03/08/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Setelah sempat tertunda pada tahun 2025, proses seleksi ukiran dan anyaman khas Asmat akhirnya kembali dilaksanakan. Kegiatan seleksi perdana digelar di Kampung Youw, Distrik Betsbamu, Kabupaten Asmat, pada Senin (03/08/2026), sebagai titik pertama pelaksanaan penilaian karya para pengukir dan penganyam untuk Festival Asmat Pokman.

Seleksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni ukir dan anyaman Asmat yang telah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya bernilai tinggi. Selain menjadi ajang penilaian kualitas karya, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para pengukir dan perajin anyaman untuk menampilkan hasil kreativitas mereka.

Pada tahap seleksi di Distrik Betsbamu, tercatat 108 karya ukiran dann 23 karya anyaman mengikuti proses penilaian. Dari jumlah tersebut, terdapat 25 karya ukiran dan 7 karya anyaman yang berasal dari enam kampung, yakni Youw, Oma, Desep, Biar Laut, Pirpis, dan Atambuts. Seluruh karya dinilai berdasarkan orisinalitas, kualitas pengerjaan, tingkat kesulitan, nilai estetika, serta kesesuaiannya dengan filosofi dan tradisi budaya Asmat.

Tim seleksi dipimpin oleh Pastor Hillarius Salmon, yang mengoordinasikan jalannya proses penilaian agar berlangsung secara objektif, transparan, dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Sementara itu, tim juri terdiri dari berbagai unsur yang mewakili lembaga adat, pemerintah, dan gereja. Mereka adalah David Jimanipits dari Lembaga Musyawarah Adat Asmat (LMAA), Markus Mbait sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Asmat, serta Pastor Wilhelmus Kamamas yang mewakili Keuskupan Agats.

Kehadiran unsur adat, pemerintah, dan gereja dalam satu tim penilai menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga keaslian seni ukir Asmat sekaligus memastikan proses seleksi berlangsung profesional dan menghargai nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Pelaksanaan seleksi ini disambut antusias oleh para pengukir dan masyarakat Kampung Youw. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan seni ukir dan anyaman Asmat setelah sempat mengalami penundaan, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para seniman lokal untuk memperkenalkan karya mereka hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Seleksi di Kampung Youw menjadi awal dari rangkaian penilaian yang direncanakan akan dilaksanakan di distrik-distrik lain di Kabupaten Asmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya-karya terbaik yang tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Asmat yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Leave a Comment