KOMSOS – Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Per, Paroki Ewer, menggelar Jambore OMK perdana pada 6–7 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 55 peserta ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, menyusun program kerja, serta menumbuhkan kemandirian OMK dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Mengusung tema “Kita Bisa Kalau Kita Mau”, jambore menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pembekalan kepada para peserta, yakni Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agats, Pastor Anis Laritembun, Pr, bersama Therry Nar dan Longginus Hadi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan. Materi yang disampaikan dikemas melalui presentasi dan sesi berbagi pengalaman (sharing), dilanjutkan dengan diskusi mengenai penataan organisasi serta penyusunan rencana kegiatan OMK di masa mendatang.

Tidak hanya berfokus pada materi, jambore juga menghadirkan kegiatan yang mempererat relasi antarpeserta, seperti api unggun dan senam pagi bersama. Suasana penuh keakraban dan kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan, menciptakan ikatan persaudaraan yang semakin kuat di antara sesama Orang Muda Katolik dari Stasi Per.

Melalui forum diskusi, para peserta diajak untuk menyusun arah pelayanan OMK yang lebih terstruktur dan mandiri, sehingga mampu menjadi motor penggerak kehidupan Gereja di tingkat stasi sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di lingkungan masing-masing.

Pastor Paroki Ewer, RP Ferdinand Ketupapa, OSC mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesadaran iman dan tanggung jawab.
“Saya sebagai Pastor Paroki berterima kasih kepada Pa Guru Longginus dan para pengurus Dewan Stasi yang baru, dan khususnya kepada Pastor Anes sebagai Ketua Komisi Kepemudaan. Semoga semangat yang dibangun dalam jambore ini terus bertumbuh dan melahirkan Orang Muda Katolik yang aktif, mandiri, serta siap melayani Gereja dan masyarakat,” ujarnya.
Jambore OMK Stasi Per yang baru pertama kali diselenggarakan ini diharapkan menjadi agenda pembinaan rutin yang mampu melahirkan kader-kader muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan memiliki kemampuan organisasi yang baik. Dengan semangat “Kita Bisa Kalau Kita Mau”, para peserta diharapkan semakin percaya diri untuk berkarya, membangun persaudaraan, serta mengambil bagian dalam pelayanan Gereja demi masa depan komunitas yang lebih hidup dan dinamis.

