Posted on: 31/08/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Sebanyak 48 pegiat dan Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dari 27 keuskupan di seluruh Indonesia berkumpul di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM), Jawa Tengah. Mereka mengikuti Training of Trainers (ToT) Komsos yang diselenggarakan oleh Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selama lima hari, Senin–Jumat, 24–28 Agustus 2026.

Keuskupan Agats turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengutus Pastor Paul Buarlele, selaku Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agats, sebagai perwakilan. Kehadiran perwakilan Keuskupan Agats menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas pelayanan komunikasi Gereja sekaligus membangun jejaring dengan Komisi Komsos dari berbagai keuskupan di Indonesia.

Mengangkat tema “Imagologi Komsos”, pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bagi para pegiat komunikasi Gereja untuk menegaskan kembali hakikat dan jati diri Komisi Komsos dalam menjalankan tugas pewartaan di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk melahirkan gagasan-gagasan visioner yang relevan dengan konteks zaman, meningkatkan kapasitas dalam menghasilkan karya komunikasi yang berdampak luas, serta menguasai dan mempraktikkan teknologi mutakhir sebagai sarana pelayanan media Gereja.

ToT Komsos KWI juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para pegiat komunikasi dari berbagai keuskupan. Perjumpaan tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring, komunikasi, dan budaya kolaborasi antara Komisi Komsos KWI dan Komisi Komsos di tingkat keuskupan.

Dengan demikian, kegiatan ini diarahkan untuk membangun ekosistem komunikasi Gereja yang semakin sinodal, profesional, kolaboratif, dan berkesinambungan.

Rangkaian kegiatan ToT Komsos KWI secara resmi dibuka pada Senin (24/8/2026) petang melalui Perayaan Ekaristi di Aula Pelikan PPSM.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Ia didampingi sebagai konselebran oleh Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng, serta Ketua Komisi Komsos Keuskupan Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey.

Dalam homilinya, Mgr. Agustinus menegaskan bahwa Komisi Komsos memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mewartakan kekayaan, kebaikan, keindahan, serta kebenaran Gereja Katolik kepada masyarakat.

Ia mengajak para peserta untuk tidak menjadikan kegiatan ToT semata-mata sebagai ruang menerima pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dari masing-masing keuskupan.

“Semoga para Romo dan teman-teman di sini tidak hanya menerima, tetapi juga saling sharing, berbagi hal-hal baik yang ada di keuskupan masing-masing untuk memperkaya satu sama lain. Dengan begitu, misi panggilan Komsos antar-keuskupan akan makin kuat,” ungkap Mgr. Agustinus.

Uskup Keuskupan Surabaya tersebut juga mengingatkan bahwa Gereja memiliki tugas untuk mewartakan Injil kepada segala makhluk. Dalam konteks perkembangan teknologi komunikasi yang berlangsung sangat cepat, menurutnya, kemajuan media perlu dilihat bukan hanya sebagai tantangan, melainkan juga sebagai peluang besar bagi Gereja untuk memperluas jangkauan pewartaan.

Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan berbagai platform komunikasi membuka ruang baru bagi Gereja untuk hadir di tengah masyarakat. Karena itu, para pegiat Komsos dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakannya secara bijaksana, kreatif, profesional, dan tetap berakar pada nilai-nilai Injili.

Sumber: Komsos KWI

Leave a Comment