KOMSOS — Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Agats menggelar kegiatan pertemuan Sekami Remaja Wilayah Bismam yang berlangsung di pelataran doa Gereja Mbait. Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri, RP. Ferdinand Ketupapa, OSC, yang membawakan materi tentang “Mengenal Panggilan Hidup dalam Gereja Katolik”.
Dalam pemaparannya, Pastor Ferdinand mengajak para peserta untuk memahami panggilan hidup melalui kisah iman yang berakar dari Kitab Suci, khususnya kisah penciptaan. Ia menjelaskan proses penciptaan mulai dari hari pertama hingga hari ketujuh, di mana Tuhan menciptakan segala sesuatu secara teratur dan penuh makna, hingga akhirnya manusia diciptakan pada hari keenam sebagai puncak karya ciptaan.
“Manusia adalah makhluk istimewa, karena sebelum menciptakan manusia, Tuhan telah mempersiapkan segala sesuatu. Selain itu, manusia juga diberikan akal budi, yang membedakannya dari makhluk ciptaan lainnya,” jelasnya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa. Namun kasih Allah yang begitu besar menghadirkan keselamatan melalui Yesus Kristus, yang disebut sebagai “Adam kedua”. Melalui pengorbanan-Nya di salib, wafat, dan kebangkitan, manusia ditebus dari dosa dan dipulihkan martabatnya.
Pastor Ferdinand juga menekankan bahwa menjadi pribadi yang unggul dalam iman tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang. Ia menggambarkan hal ini melalui sebuah video tentang pertumbuhan pohon, dari benih hingga menjadi pohon yang berbuah. Analogi tersebut menggambarkan perjalanan hidup manusia, mulai dari dalam kandungan, masa bayi, hingga dewasa.
“Setiap orang memiliki cita-cita sejak kecil, seperti menjadi pastor, dokter, atau profesi lainnya. Namun dalam perjalanan hidup, panggilan itu bisa berkembang dan berubah. Yang terpenting adalah bagaimana kita setia dalam proses itu,” ungkapnya.
Dalam sesi lanjutan, para imam, biarawan, dan biarawati yang hadir turut memperkenalkan berbagai tarekat dan bentuk panggilan hidup dalam Gereja Katolik. Mereka menjelaskan spiritualitas, visi, dan misi masing-masing serta alasan keberadaan tarekat dalam pelayanan Gereja.Beberapa tarekat imam yang diperkenalkan di antaranya Ordo Salib Suci (OSC), Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau Fransiskan, serta imam diosesan (imam projo) yang melayani langsung di bawah otoritas uskup setempat.
Sementara itu, komunitas biarawati yang berkarya di Keuskupan Agats juga diperkenalkan, antara lain Fransiskanes dari St. Georgius Martir (FSGM), Dina Santo Yoseph (DSY), Puteri Ratu Rosari (PRR), Ordo Santa Ursula (OSU), serta Tarekat Maria Mediatrix (TMM).

