KOMSOS – Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) menjadi momen penuh sukacita bagi umat Paroki Santo Petrus Ewer. Sebanyak 21 anak secara resmi menerima Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat pada Minggu (7/6/2026).

Perayaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan iman anak-anak yang telah menyelesaikan proses pembinaan dan persiapan katekese untuk menyambut Sakramen Mahakudus, yakni Tubuh dan Darah Kristus.
Dalam homilinya, Pastor Paroki Ewer, RP. Ferdinand Ketupapa, OSC, menegaskan bahwa Komuni Pertama bukan sekadar sebuah upacara seremonial, melainkan perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus yang hadir secara nyata dalam Ekaristi.

“Hari ini bukan sekadar perayaan dengan pakaian yang indah dan doa bersama. Hari ini adalah saat Yesus sendiri datang mengunjungi hati anak-anak untuk pertama kalinya secara istimewa. Komuni Pertama berarti kita dipersilakan duduk semeja dengan Tuhan dan menerima anugerah terbesar, yaitu diri-Nya sendiri sebagai makanan kehidupan,” ungkap Pastor Ferdinand.
Mengutip Injil Yohanes 6:54, “Barangsiapa makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, ia mempunyai hidup yang kekal,” Pastor Ferdinand mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari bahwa Ekaristi adalah kehadiran nyata Kristus yang menguatkan iman dan mempersatukan manusia dengan Allah.

Ia juga menekankan bahwa persiapan menuju Komuni Pertama tidak hanya berupa pembelajaran ajaran Gereja atau menghafal doa-doa, tetapi terutama mempersiapkan hati yang layak untuk menyambut Tuhan.
Menurutnya, hati yang bersih diperoleh melalui Sakramen Tobat, hati yang penuh iman percaya sepenuhnya akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi, dan hati yang lapang siap menerima kasih Allah serta mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada anak-anak yang menerima Komuni Pertama, Pastor Ferdinand menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, menerima Yesus dengan penuh sukacita sebagai sahabat terbaik yang selalu menyertai hidup. Kedua, hidup dalam kebaikan dengan berkata jujur, berbagi dengan sesama, serta menghormati dan menaati orang tua. Ketiga, menjadikan Komuni Pertama sebagai awal untuk terus mengikuti Perayaan Ekaristi setiap hari Minggu agar iman semakin bertumbuh.

Pastor Ferdinand juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua. Menurutnya, Komuni Pertama bukanlah akhir dari proses pendidikan iman, melainkan awal dari pendampingan yang lebih mendalam di dalam keluarga.
“Tugas para katekis boleh berakhir hari ini, tetapi tugas orang tua baru saja dimulai. Jadilah teladan iman di rumah melalui doa, sikap saling mengampuni, dan kasih yang nyata, sehingga anak-anak dapat melihat wajah Kristus dalam kehidupan keluarga,” pesannya.
Perayaan Komuni Pertama bagi 21 anak di Paroki Santo Petrus Ewer menjadi ungkapan syukur atas karya Allah yang terus hadir dalam Gereja-Nya. Momentum ini diharapkan menjadi awal perjalanan iman yang semakin dewasa, sehingga anak-anak tetap setia mengikuti Ekaristi dan bertumbuh sebagai murid Kristus yang hidup dalam kasih, didampingi keluarga serta seluruh komunitas Gereja.
Semoga sukacita Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini menjadi berkat bagi seluruh umat Parok

