Posted on: 11/05/2024 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 1

KOMSOS AGATS – Komisi Kebudayaan Keuskupan Agats terus pro aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya Asmat. Salah satu aksi nyata yang di lakukan adalah dengan meggelar kegiatan Bina Budaya yang berlangsung di rumah adat Jew dan gereja Santa Lusia kampung Mbait pada Sabtu 11 Mei 2024.

Kegiatan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (Diskusi terarah) ini melibatkan para tua adat, laki laki, perempuan serta orang muda untuk membicarakan ancaman tergerusnya fungsi rumah jew yang terhempit oleh arus transmigrasi dan perluasan wilayah perkotaan.

Mengusung tema sentral “Kembali ke Jew ?” Merupakan tema dengan pertanyaan pamantik yang berangkat dari sejumlah keprihatinan atas potensi hilangnya fungsi jew.

Dari berbagai pemetaan masalah yang dilakukan, Komisi Kebudayaan menilai, kampung kampung yang berada di sekitar area perkotaan cukup rentan terhadap hilanggnya nilai dan fungsi rumah adat jew seperti sebagaimana mestinya.

Berikut sejumlah poin dalam pemetaan masalah, diantaranya;

  1. Degadrasi fungsi Jew dalam tatanan sosial-termasuk fungsi sebagai sekolah formal
    Adat.
  2. Tidak berjalannya struktur kepemimpinan dalam Jew.
  3. Pesta-pesta adat yang sudah jarang dilaksanakan.
  4. Yang mengakibatkan tidak ada lagi regrenasi.
  5. Para pemuda yang tidak lagi banyak terlibat dalam kegiatan budaya di kampung.
  6. Kemampuan dasar yang tidak lagi dimiliki, yang harusnya dimiliki oleh laki-laki dan
    perempuan.
  7. Kurangnya pengukir.

Terhadap masalah tersebut, aksi yang dilakukan ini mencoba untuk mengembalikan kepercayaan diri masyarakat adat dalam berbagai aspek, termasuk hidup menggereja, dimana menghadirkan prosesi inkulturasi dalam peribadatan.

FGD ini juga sebagai upaya konkret untuk menggidupkan Jew dan struktur kepemimpinan Jew yang hadir sebagai simbol prestise atau kehormatan suku Asmat yang mendiami dataran selatan Papua.

1 people reacted on this

  1. Terima kasih Om Peter… Sebelum penutupan kegiatan jam 16.00 (111/5) Albertus Wof: tetua adat memberi tanggapan,”Kegiatan budaya buat suasana kampung jadi berbeda. Semua orang semangat dengan hiasan adat lengkap untuk kegiatan. Kalau tidak ada kegiatan adat, kampung ini sepi sekali,” ujar Wof. Semangat para tetua adat mama-mama dan orang muda pertanda suatu kerinduan dari mereka sendiri untuk melestarikan warisan budaya di tengah gempuran budaya modern, mari, bersama kita dukung . Dormomoo

Leave a Comment