Posted on: 01/04/2021 Posted by: Frater Adolf OSC Comments: 0

YESUS YANG TERLANJUR BAIK PADAKU

Saudara-saudari yang paling disukai Yesus;

Yesus yang selalu hadir bersama kita baik dalam suka-duka hidup kita. Hati-Nya seperti rumah tanpa fisik namun memberikan hidup pada kita secara sia-sia; Hatinya seperti seorang ibu yang selalu mencintai anak-anak yang paling sering menyebalkan dan menyakitkan.Yesus yang adalah Allah Putra tidak lagi diyakini menjadi anggota keluarga kita.

Yesus yang sangat baik pada kita kini tertampar oleh khianatan kita; tertampar perih oleh ke kecintaan dan kenikmatan diri kita. Yesus adalah Tuhan yang kita puji kini tergores perih hatinya. Ia yang selalu hadir saat kita lapar, saat kita akan mati, saat kita merasa tidak dianggap sebagai manusia. Yesus terlalu baik sampai kita menjual-Nya sesuka hati kita.

YESUS DIJADIKAN MAKANAN YANG SERINGKALI DIJUAL BELIKAN OLEH KITA sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Yudas Iskariot. Saudara terkasih, sampai kapankan kita menyakiti Yesus , menghapus kelebihan baik-Nya pada kita dan menggantikan Kasih-Nya yang mengayomi itu dengan nafsu birahi diri kita yang penuh dosa. Yesus tidak mau kita mengasingkan dan mencintai batas hidup kita. Yesus tidak mau membiarkan kita merasa nyaman untuk menerkam sesama bagaikan barang. Namun Yesus Yang keterlaluan baik-Nya padaku itu, telah kujual seperti benda mati yang tidak lagi digunakan lagi.

Jadi apa maunya saya? Saya mo apa lagi? Sa su dilahirkan, dibesarkan, dibentuk, didik, dibina, disayang, dikasih pakaian mewah, dikuliahkan, dijajan, dirawat, percantik, diperganteng, tetapi pada kenyataannya saya masih menyakiti Yesus yang adalah orangtuaku sampai saat ini. Trus sampai kapan sa bisa membenci diri saya yang sangat durhaka ini? Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa dan meminta maaf tanpa henti pada Bapa, dan Putera dan Rohkudus, supaya saya bisa mencintai Tuhan dan sesama seperti mencintai diri sendiri dengan menggunakan cinta Tuhan secara percuma dan sia-sia itu.

Tuhan ajari aku untuk membenci diriku yang tidak jelas dan durhaka ini, supaya saya bisa mengalami cintaMu yang sia-sia itu secara penuh dan utuh sepertiMu terhadap sesama saya. Kuatkanlah aku untuk siap dibenci, disakiti, dibuang, dijual akibat cintaMu yang sia-sia; akibat cintaMu yang percuma pada sesama dan diriku; buatlah aku merasa bosan dan berbalik dari dosa menuju jalan yang sudah Yesus disiapkan bagiku, Amin.

Leave a Comment