Posted on: 06/03/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-52 SIGNIS Indonesia tahun 2026 resmi ditutup dengan perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang adalah Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Minggu (1/3) pukul 09.00 WIB.

Misa penutupan ini menjadi puncak sekaligus penanda berakhirnya rangkaian kegiatan RAT yang berlangsung selama kurang lebih empat hari di Deo Gratia Lembang. Perayaan Ekaristi dihadiri para anggota SIGNIS Indonesia dari berbagai keuskupan di Tanah Air.

Dalam perayaan tersebut, Uskup Bandung memimpin misa dengan didampingi para imam anggota SIGNIS Indonesia sebagai konselebran. Tercatat sekitar tujuh belas pastor yang tergabung dalam organisasi media Katolik ini, berasal dari berbagai komisi komunikasi sosial (Komsos) keuskupan seperti Labuan Bajo, Manado, Amboina, Makassar, dan sejumlah keuskupan lainnya.

Dalam khotbahnya, Mgr. Anton sapaan akrab Uskup Bandung memperkenalkan kepada umat mengenai kehadiran SIGNIS Indonesia yang baru saja menyelenggarakan kegiatan nasionalnya di Keuskupan Bandung. Ia menegaskan bahwa lembaga yang telah mendunia tersebut memiliki peran penting dalam karya pewartaan Gereja melalui media komunikasi.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini, arus berita yang tidak benar atau hoaks semakin masif menyebar di tengah masyarakat. Karena itu, keberadaan media Katolik memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang benar dan dapat dipercaya.

“Di tengah banyaknya berita bohong yang beredar, kehadiran SIGNIS Indonesia menjadi penting untuk membantu membendung dan menangkal hoaks melalui pewartaan yang benar,” ungkapnya dalam homili.

Ia juga mengajak para pelaku media Katolik di seluruh keuskupan Indonesia untuk menyampaikan informasi secara benar, sopan, bijaksana, dan santun. Baginya, media Katolik harus menjadi sarana pewartaan yang sejalan dengan nilai kasih dalam ajaran Gereja.

Ketua KWI ini mengibaratkan SIGNIS sebagai api yang menyala, membawa terang kebenaran bagi dunia. Melalui karya komunikasi, pesan yang disampaikan diharapkan tidak menimbulkan keresahan, melainkan menghadirkan kabar yang menyejukkan dan mengarahkan umat kepada terang iman.

“Jadilah seperti api yang menyala, membawa terang kebenaran. Apa yang diwartakan melalui media hendaknya menghadirkan kabar yang menyejukkan dan membawa orang pada terang surga,” pesannya.

Sementara itu, dalam sidang organisasi yang berlangsung selama RAT, anggota SIGNIS Indonesia juga memilih kepengurusan baru untuk periode 2026–2030. Ketua Komsos Keuskupan Labuan Bajo, Haribertus Ratu, Pr, terpilih sebagai Ketua SIGNIS Indonesia yang baru.

Romo Erick sapaan akrab Haribertus Ratu dalam kesempatan tersebut menyampaikan secara singkat tentang SIGNIS sebagai komunitas media pewartaan yang beranggotakan para pegiat komunikasi dari berbagai keuskupan di Indonesia, termasuk Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agats.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Uskup Bandung yang telah berkenan menjadi tuan rumah penyelenggaraan RAT SIGNIS Indonesia tahun ini.

“Kami berterima kasih kepada Yang Mulia Bapa Uskup Anton dan Keuskupan Bandung yang telah menerima dan memfasilitasi penyelenggaraan RAT SIGNIS Indonesia,” ujarnya.

Rapat Anggota Tahunan ke-52 SIGNIS Indonesia berlangsung pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026 di Bandung. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi para pelaku komunikasi Gereja Katolik di Indonesia untuk memperkuat karya pewartaan melalui media.

Dengan berakhirnya RAT tersebut, para peserta berharap kepengurusan baru dapat semakin menguatkan peran SIGNIS Indonesia dalam menghadirkan komunikasi yang membangun, jujur, dan membawa harapan bagi masyarakat.

Leave a Comment