Posted on: 08/03/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS — Semangat iman, kesederhanaan, dan persaudaraan yang diwariskan oleh Santo Fransiskus Assisi kembali dihidupkan di Keuskupan Agats melalui kegiatan ziarah iman untuk memperingati 800 tahun wafatnya santo besar Gereja Katolik tersebut (1226–2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dan orang muda Katolik yang berjalan bersama dalam suasana doa, refleksi, dan puji-pujian. Ziarah dipandu oleh imam Fransiskan, Ambrosius Wake, OFM, yang mengajak para peserta menapaki perjalanan rohani sambil mengenang keteladanan hidup Fransiskus tokoh kudus dari Assisi, Italia, yang dikenal karena cintanya pada kemiskinan, kesederhanaan, serta persaudaraan dengan seluruh ciptaan.

Perjalanan dimulai dari Kapela Biara Susteran FSGM di Agats. Dari titik awal ini, rombongan peziarah berjalan menuju kantor Bupati lama, melintasi Tugu Tangan, lalu berakhir di Kapela Biara Ordo Fratrum Minorum (OFM). Sepanjang rute yang ditempuh, para peserta berjalan perlahan sambil melantunkan doa dan lagu rohani.Kegiatan diawali dengan doa bersama serta pembacaan kisah hidup Santo Fransiskus.

Dalam pengantar refleksi, Pastor Ambrosius menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah kesempatan untuk menghidupi kembali spiritualitas Fransiskan di tengah kehidupan umat.“Fransiskus mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan pada harta, tetapi pada hati yang terbuka kepada Tuhan dan sesama,” ujar Pastor Ambrosius kepada para peserta sebelum perjalanan dimulai.

Suasana khidmat terasa sepanjang perjalanan. Para pelajar yang mengikuti ziarah tampak berjalan dengan penuh kesadaran rohani, menjadikan langkah-langkah mereka sebagai bagian dari refleksi iman.

Bagi banyak peserta, perjalanan ini menjadi pengalaman batin untuk memahami lebih dalam spiritualitas Fransiskan yang menekankan kerendahan hati, kesederhanaan hidup, dan cinta kepada alam ciptaan.Sesampainya di Kapela Biara OFM, umat kembali berkumpul untuk mendengarkan kisah iman Santo Fransiskus.

Kisah itu mengingatkan kembali bagaimana seorang anak muda dari Assisi meninggalkan kehidupan mewah keluarganya demi mengikuti panggilan Tuhan dalam kemiskinan dan pelayanan kepada kaum kecil.

Dalam barisan peziarah itu tampak pula Uskup Keuskupan Agats, Aloysius Murwito, OFM, yang berjalan bersama umat. Kehadiran gembala keuskupan ini menjadi simbol kebersamaan Gereja lokal dengan umat.

Secara historis, tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi keluarga Fransiskan di seluruh dunia, karena menandai 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Assisi pada 3 Oktober 1226. Peringatan ini dirayakan oleh berbagai komunitas Fransiskan baik Ordo Saudara Dina (OFM), Kapusin, maupun Konventual melalui ziarah, refleksi spiritual, dan kegiatan sosial.

Di Agats, ziarah iman ini menjadi salah satu bentuk sederhana namun bermakna untuk menghidupkan kembali pesan Fransiskus kepada Gereja masa kini: hidup sederhana, mencintai sesama tanpa sekat, serta menjaga harmoni dengan seluruh ciptaan.

Leave a Comment