Posted on: 02/04/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

Komsos Agats – Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM menghadiri pertemuan Orang Muda Katolik Wilayah Fait di Pusat Paroki Basim, pada 30 Maret 2025.

Dalam kunjungannya ini, Uskup bertemu dengan sekitar 500 orang muda dari berbagai Stasi dan Paroki dalam wilayah Fait. Anak-anak muda itu merupakan peserta Fait Youth Day (FYD), sebuah gerakan temu orang muda di wilayah setempat.

Pada kesempatan itu, Uskup Murwito mengatakan bahwa orang muda memiliki peran dalam gelombang perubahan besar gereja. Sebagai agen perubahan, dengan sikap dan semangatnya, orang muda memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan mampu melakukan gerakan perubahan untuk mewujudkan gereja mandiri.

“Gereja mandiri adalah gereja yang antara lain orang orang mudanya bisa berpartisipasi menyumbangkan bakat dan tenaganya untuk gereja,”kata Uskup.

Menurut Uskup, keberhasilan masa depan gereja bisa dilihat dari partisipasi dan kualitas generasi mudanya. Untuk itu, Uskup mendorong orang muda untuk dapat mengembangkan bakat, minat dan talenta yang masih masih terpendam melalui berbagai kegiatan orang muda. Baginya, Komisi Kepemudaan hadir untuk menyediakan ruang partisipasi strategis bagi kaum muda.

“Orang muda harus membuka diri dan bekerja sama dengan komisi kepemudaan supaya komisi kepemudaan bisa melayani kebutuhan kebutuhanmu secara nyata sehingga bisa bersama sama membangun gereja yang mandiri itu bisa terwujud,” jelas Uskup.

Saya dengar, kata Uskup, pengukir pengukir terkenal di Asmat ini semakin berkurang. Orang orang muda tidak lagi mengikuti orang tuannya. Tidak bisa lagi mengikuti kelebihan kelebihan orang tua maupun leluhur yang memiliki ukiran yang terkenal.

Tidak hanya ukiran, tetapi juga bisa talenta lain seperti menyanyi dan menari. Bakat itu tidak datang begitu saja. Semua bakat bisa dilahirkan kembali dengan kebiasaan kebiasaan orang muda. Manfaatkan kesempatan itu.

Selain itu, kepada peserta FYD, Uskup mengingatkan bahwa sesungguhnya orang muda dalam menghadapi permasalahan hidup seperti masalah pekerjaan, pergaulan, karir, cinta dan sebagainya, tidak lantas orang muda tidak terlibat dalam mengembangkan perubahan Gereja.

“Tahun ini adalah tahun Yubelum, tahun yubileum adalah tahun istimewa. Dalam gereja Katolik ada sebuah kebiasan, setiap 25 tahun pintu gereja basilika di vatikan dibuka. Ketika pintu itu dibuka maka orang orang dari berbagai negara mengunjungi gereja itu dan masuk melalui pintu tersebut. Tahun ini, Tuhan memberikan kemudahan yang disebut pengampunan atau indulgensi. Artinya bila ada masalah dengan orang lain, selesaikan tahun ini juga,” pungkas Uskup.

Leave a Comment