KOMSOS – Tim Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat Keuskupan Agats melaksanakan kegiatan penguatan budaya di Jeuw Kus Ipit, Kampung Baru Mbait, selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (17–18/04/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Museum, John Ohowirin, bersama tim yang terdiri dari Santi Dicim, Janet Biakai, dan Selfi Brumen. Mereka didampingi Pastor Paroki Kristus Raja Mbait, RD. Innocentius Rettobjaan.
Pada hari pertama, tim museum mengawali kegiatan dengan pemutaran film dokumenter tentang kehidupan masyarakat Asmat di masa lampau. Pemutaran ini bertujuan untuk menggugah kembali ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya yang mulai terlupakan seiring perkembangan zaman.
Suasana kebersamaan terlihat saat warga menyaksikan tayangan tersebut, yang sekaligus menjadi ruang refleksi akan identitas budaya mereka.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung yang dipandu oleh para tetua adat. Markus Cumkam selaku Ketua Jew bersama Andreas Apat sebagai Wakil Ketua Jew memimpin pelatihan kepada kaum muda. Mereka mengajarkan keterampilan tradisional seperti mengukir dan menganyam, dua warisan budaya khas Asmat yang sarat makna filosofis dan spiritual.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Tidak hanya belajar teknik, mereka juga diperkenalkan pada makna simbolik di balik setiap ukiran dan anyaman, yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ritual masyarakat Asmat.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Keuskupan Agats dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Asmat kepada generasi penerus. Melalui kolaborasi antara museum, gereja, dan komunitas adat, diharapkan nilai-nilai luhur budaya Asmat tetap hidup dan berkembang di tengah tantangan modernisasi.

