Posted on: 07/04/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS — Uskup Keuskupan Agats, Aloysius Murwito, menyampaikan sambutan bernuansa reflektif dalam rapat perdana panitia Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38. Dalam suasana yang sarat makna, ia mengakui bahwa pembatalan festival tahun lalu akibat sebuah peristiwa yang tidak diinginkan telah meninggalkan luka sekaligus kekosongan di tengah masyarakat.

“Memang ada peristiwa yang tidak kita harapkan. Sebuah kasus yang membuat kita semua akhirnya merasakan kehilangan dan kekosongan terhadap Festival Asmat Pokman,” ungkapnya dengan nada tenang.

Meski demikian, Uskup menegaskan bahwa semangat untuk melanjutkan festival tidak pernah surut. Ia mengenang kembali sejumlah pertemuan dengan tokoh-tokoh penting, termasuk menjawab pertanyaan dari wartawan Kompas, di mana komitmen untuk tetap menyelenggarakan festival terus diteguhkan.

“Kami merasakan kerinduan yang mendalam kerinduan untuk kembali menampilkan talenta khas Asmat kepada dunia,” tuturnya.

Menurutnya, jeda satu tahun tanpa festival bukan sekadar absennya sebuah agenda tahunan, melainkan hilangnya ruang ekspresi budaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Asmat. Karena itu, ia menyatakan persetujuan penuh agar Festival Asmat Pokman kembali digelar tahun ini, tepatnya pada minggu kedua bulan Oktober.

Pada kesempatan yang sama, Uskup juga mendorong segera dilakukan pembentukan panitia pelaksana FAP ke-38. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan yang konsisten, serta kepada John Ohoiwirin yang telah berinisiatif merancang kembali perhelatan budaya tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan pemerintah yang selalu bersama dalam Festival ini. Juga kepada saudara John yang telah merencanakan Festival Pokman,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh persiapan yang mulai dirintis dapat berjalan dengan baik, sehingga festival tahun ini menjadi momentum kebangkitan kembali denyut budaya Asmat.

Sementara itu, John Ohoiwirin, Ketua Komisi Kebudayaan Keuskupan Agats, sekaligus Direktur Museum KKA menjelaskan bahwa, FAP ke-38 belum masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata. Hal ini merupakan dampak dari pembatalan festival tahun sebelumnya, sehingga alokasi program tersebut dialihkan ke Festival Kali Maro di Merauke.

Dengan rapat perdana serta dukungan berbagai pihak, Festival Asmat Pokman diharapkan kembali menjadi panggung besar bagi ekspresi budaya Asmat menghidupkan kembali semangat, merawat warisan, dan memperkenalkan kekayaan seni ukir serta tradisi lokal kepada dunia internasional

Leave a Comment