Posted on: 05/04/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

RD. Lukas Lega Sando,
Pastor Paroki Sawa Erma

KOMSOS – Ketika kita memandang salib tanpa tubuh (korpus), kita disadarkan akan satu kebenaran iman yang mendalam: Yesus Kristus tidak lagi tergantung di sana. Ia yang wafat telah diturunkan, dimakamkan, dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Salib bukan lagi tanda kekalahan, melainkan tanda kemenangan.

Santo Paulus dengan tegas berkata: “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga iman kamu” (1 Korintus 15:14). Sabda ini menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah dasar utama iman Kristiani. Tanpa kebangkitan, iman kita kehilangan makna, dan kita tetap hidup dalam belenggu dosa. Namun karena Kristus bangkit, kematian-Nya menjadi penebusan, dan kebangkitan-Nya menjadi sumber hidup baru bagi kita semua.

Kebangkitan Kristus mengubah segalanya. Ia tidak hanya bangkit untuk diri-Nya sendiri, tetapi membangkitkan harapan baru bagi umat manusia. Kita yang dahulu terikat oleh dosa kini dipanggil menjadi manusia baru—manusia yang dipulihkan, diperbarui, dan dihidupkan kembali dalam kasih Allah.

Namun dalam kenyataan hidup, kita sering merayakan Paskah secara biasa saja. Tidak seperti perayaan Natal yang penuh gemerlap dengan pakaian baru, hidangan istimewa, dan suasana pesta Paskah kadang terasa sederhana, bahkan terabaikan. Mungkin kita lebih terbiasa dengan budaya merayakan kelahiran daripada mengenang pengorbanan dan kebangkitan.

Padahal, dalam terang iman Gereja, Paskah adalah puncak dari seluruh perayaan. Di dalam misteri inilah karya keselamatan Allah mencapai kepenuhannya. Di sinilah kita merayakan kemenangan hidup atas maut, terang atas kegelapan, dan harapan atas keputusasaan.

Liturgi Malam Paskah mengungkapkan sukacita ini dengan sangat indah. Pujian Paskah (Exsultet) menggema, mengajak seluruh ciptaan bersukacita: betapa agung dan mulianya Allah kita yang telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita. Dalam terang lilin Paskah, kita melihat bahwa kegelapan tidak pernah mengalahkan terang.

Tema Paskah tahun ini mengajak kita untuk merenungkan: Kristus bangkit membaharui kemanusiaan kita. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan nyata. Kebangkitan Kristus harus tampak dalam hidup kita dalam cara kita mengasihi, mengampuni, melayani, dan membangun sesama. Pembaruan itu dimulai dari hati yang terbuka dan siap diubah oleh rahmat Tuhan.

Mari kita rayakan Paskah sebagai pengalaman iman yang hidup. Biarlah sukacita kebangkitan itu memenuhi hati kita dan terpancar dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat Pesta Paskah. Kristus telah bangkit, Alleluia!

Leave a Comment