KOMSOS – Agats, Selasa (31/03/2026) Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Agats ketika para imam Keuskupan Agats berkumpul untuk memperbarui janji imamat mereka. Perayaan ini menjadi momen rohani yang mendalam, tidak hanya bagi para imam, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir dan mengikuti dengan penuh iman.

Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Uskup Agats, Aloysius Murwito, OFM, didampingi oleh RP. Yulius Hirnawan Christyanto, OSC, RP. Ambrosius, OFM, RD. Innocentus Nurmalai, serta Diakon Paulus Lartutul.

Dalam khotbahnya, Uskup meneguhkan kembali jati diri dan panggilan para imam. Ia mengingatkan bahwa tugas imamat tidak hanya terbatas pada pelayanan liturgi, kehidupan rohani, dan kegiatan spiritual di dalam Gereja semata. Lebih dari itu, para imam dipanggil untuk hadir secara nyata di tengah kehidupan umat, terutama dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

“Sabda Tuhan yang kita wartakan harus menjadi terang dan petunjuk bagi umat. Tidak cukup hanya dibaca dan diterjemahkan, tetapi harus sungguh-sungguh menyentuh hati dan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Uskup dalam homilinya.

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi para imam. Dalam realitas kehidupan yang terus berubah, para imam dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman, memahami penderitaan umat, serta menghadirkan kehadiran Gereja yang relevan dan solutif.

Dengan demikian, pewartaan Sabda tidak berhenti pada kata-kata, melainkan berbuah dalam tindakan nyata yang dirasakan oleh umat.Lebih lanjut, Uskup mengajak para imam untuk menjaga kesatuan antara apa yang diwartakan dan apa yang dihidupi. Kehidupan sehari-hari seorang imam harus menjadi kesaksian hidup atas Sabda yang disampaikan, sehingga umat dapat melihat dan merasakan kehadiran Kristus secara konkret.
Pembaharuan janji imamat ini menjadi momentum refleksi dan pembaruan komitmen bagi para imam. Dalam suasana penuh syukur dan harapan, mereka kembali meneguhkan diri untuk setia dalam panggilan, serta semakin berani menjadi tanda harapan di tengah umat.

Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seorang imam dipanggil bukan hanya untuk menjadi pewarta Sabda, tetapi juga pelaku Sabda menjadi “kata” sekaligus “perbuatan” bagi sesama.

Semoga melalui pembaharuan janji imamat ini, para imam Keuskupan Agats semakin dikuatkan dalam pelayanan, serta mampu menghadirkan harapan, kasih, dan terang bagi umat yang mereka layani setiap hari.


