Posted on: 18/01/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS — Vikaris Jenderal Keuskupan Agats, Pastor Innocentius Rettobjaan, menyampaikan materi reflektif dan inspiratif dalam Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) Pemuda Katolik Asmat yang berlangsung di Aula Kesbangpol Kabupaten Asmat, Sabtu (17/01/2026).

Dalam pemaparannya, Pastor yang akrab disapa Pastor Inno ini mengulas secara mendalam tema “Peran Pemuda Katolik dalam Pembangunan Gereja dan Tanah Air”. Ia menegaskan bahwa langkah paling mendasar yang harus dilakukan oleh Pemuda Katolik adalah mengenal dan memahami identitas diri.

Menurut Pastor Inno, Pemuda Katolik bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan wadah pembinaan kader muda Katolik yang memiliki arah dan gerak yang jelas, sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 AD/ART Ormas Pemuda Katolik tentang asas dan tujuan organisasi.

“Pemuda Katolik berasaskan Ajaran Gereja Katolik. Ini identitas yang harus dipahami dan dihidupi, agar setiap gerak organisasi tidak kehilangan arah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan Pemuda Katolik mencakup pengamalan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta ajaran Gereja Katolik; pengembangan watak kristiani kaum muda; peningkatan kesadaran tanggung jawab terhadap Gereja, bangsa dan negara; hingga pembentukan kader yang tangguh, kritis, dan siap menjadi penggerak pembangunan.

Pembangunan Gereja: Lima Pilar Utama

Dalam konteks pembangunan Gereja, Pastor Inno menekankan lima pilar penting yang harus menjadi ruang keterlibatan aktif Pemuda Katolik.

Pertama, Koinonia (Persekutuan), yakni membangun dan menghidupi persaudaraan antaranggota Pemuda Katolik dan umat secara luas. Hal ini dapat diwujudkan melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan dunia orang muda, seperti musik, olahraga, dan aktivitas kebersamaan lainnya.

Kedua, Diakonia (Pelayanan), yakni keterlibatan nyata dalam pelayanan sosial Gereja dan masyarakat, termasuk mengunjungi orang sakit dan membantu mereka yang membutuhkan.

Ketiga, Kerygma (Pewartaan), dengan cara mempelajari dan mewartakan iman Katolik, menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari, serta terlibat aktif dalam formasi iman.

Keempat, Liturgi (Perayaan Iman), yakni ambil bagian dalam perayaan iman melalui tugas-tugas liturgis seperti koor, lektor, dan pelayanan altar.

Kelima, Martyria (Kesaksian), di mana Pemuda Katolik dipanggil untuk menjadi teladan hidup kristiani di tengah masyarakat dan menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Pemuda Katolik dalam Pembangunan Bangsa

Selain pembangunan Gereja, Pastor Inno juga menyoroti peran strategis Pemuda Katolik dalam pembangunan Tanah Air. Ia menyebutkan beberapa bidang penting yang dapat diisi oleh Pemuda Katolik, antara lain pengembangan diri yang mencakup kualitas spiritual, intelektual, moral, serta semangat kewirausahaan.

Pemuda Katolik juga diharapkan terlibat dalam karya nyata kemasyarakatan, berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk mendorong percepatan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan.

“Pemuda Katolik yang sudah berkarier harus tampil sebagai pemimpin yang berintegritas, jujur, transparan, anti-korupsi, dan berani membela kebenaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran Pemuda Katolik sebagai promotor persatuan dan toleransi, serta sebagai penjaga keutuhan alam semesta, sejalan dengan nilai iman dan konteks kehidupan masyarakat Papua.

Tantangan dan Peluang

Dalam pemaparannya, Pastor Inno tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Pemuda Katolik, seperti minimnya kapasitas, wawasan, dan pengetahuan, yang berdampak pada kurangnya keberanian untuk tampil dan berperan. Selain itu, keterbatasan jaringan dan koneksi juga menjadi tantangan tersendiri.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peluang keterlibatan Pemuda Katolik dalam pembangunan Gereja dan Tanah Air sangat terbuka lebar. Pemuda Katolik dapat menjadi pelopor perubahan melalui berbagai jalur, baik politik, ASN, swasta, maupun LSM.

“Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk terus belajar, membangun kapasitas diri, dan berani melangkah,” tutup Pastor Inno.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta Muskomcab dan diharapkan menjadi bekal reflektif bagi Pemuda Katolik Asmat dalam merumuskan arah gerak organisasi ke depan.

Leave a Comment