Posted on: 03/02/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

Laporan: RD. Lukas Legasando

KOMSOS – Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, melaksanakan kunjungan pastoral (lawatan) ke Paroki Senggo, Kabupaten Mappi, selama 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Lawatan ini menjadi momen penuh sukacita dan penguatan iman bagi umat, sekaligus wujud nyata kehadiran gembala di tengah kawanan yang dipercayakan kepadanya.

Pada minggu, 1 Februari 2026, Uskup Agats dibantu para imam konselebran dengan penuh hikmat menerimakan Sakramen Krisma kepada 230 orang krimawan dan krismawati. Para penerima Sakramen Krisma berasal dari Pusat Paroki Senggo, Stasi Busiri, Sambruk, dan Keta.Perayaan Sakramen Krisma berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri para imam, katekis, orang tua, wali krisma, serta umat dari berbagai stasi. Suasana kebersamaan dan iman terasa kuat, mencerminkan Gereja yang hidup dan bertumbuh di wilayah Kabupaten Mappi, Papua Selatan.

Dalam homilinya, Mgr. Aloysius Murwito, OFM menegaskan bahwa Sakramen Krisma adalah pencurahan daya kekuatan Allah yang memampukan setiap orang beriman untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

“Daya kekuatan Allah dicurahkan kepadamu agar engkau menjadi saksi-saksi-Nya. Kita memang tidak sempurna, kita mempunyai banyak kekurangan. Namun melalui Sakramen Krisma ini, kita dikuatkan,” tegas Uskup.

Uskup juga mengajak umat untuk belajar dari situasi Gereja di berbagai tempat yang hidup sebagai minoritas. Ia menyoroti kenyataan bahwa di beberapa daerah, umat Katolik mengalami kesulitan membangun gereja meskipun telah memiliki izin, namun tetap teguh bersaksi melalui kebersamaan dan kesetiaan iman.

“Di tempat-tempat di mana umat Katolik menjadi minoritas, mereka justru menunjukkan kekatolikan melalui kesaksian hidup. Sementara kita yang berada di tempat mayoritas, kadang justru kendor, kehilangan greget, dan sulit memberi kesaksian iman,” ungkapnya.

Karena itu, Uskup berharap agar para krimawan dan krismawati yang baru diteguhkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi sungguh-sungguh hidup sebagai garam dan terang dunia di lingkungan masing-masing.

“Dengan penerimaan Sakramen Krisma ini, saudara-saudari diharapkan menjadi saksi iman, menjadi garam dan terang bagi sesama, di mana pun kalian berada,” pesannya.

Lawatan pastoral ini tidak hanya mempererat hubungan antara Uskup dan umat Paroki Senggo, tetapi juga menjadi momentum pembaruan iman, semangat pelayanan, dan panggilan untuk bersaksi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Gereja dipanggil untuk terus hidup, bertumbuh, dan memberi harapan bahkan dari wilayah yang jauh dan sederhana.

Leave a Comment