Posted on: 09/07/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS –Dalam semangat “Berjalan Bersama”, para Ketua Komisi Kepemudaan (Komkep) dari keuskupan-keuskupan se-Regio Papua, perwakilan pengurus, dan para relawan Orang Muda Katolik (OMK) berkumpul dalam suatu perjumpaan penuh makna. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk saling mendengar, berbagi, dan merencanakan arah pelayanan pastoral kaum muda di Tanah Papua.

Pertemuan ini berlangsung dalam dua agenda utama yang menjadi inti pertemuan dan gerak bersama dalam mendampingi orang muda Katolik.

Agenda 1: Mendengarkan Rencana Komkep KWI

Hadir dalam pertemuan ini adalah tim dari Komisi Kepemudaan KWI: Romo Kristi, Mba Quina, Mba Vera, dan Mgr. Pius Riana Prabdi. Mereka hadir untuk membagikan arah pastoral Komkep KWI dan menyegarkan semangat para pelayan muda di Regio Papua.

Mgr. Pius Riana Prabdi dalam pesannya menekankan pentingnya struktur kelembagaan dalam pelayanan, dengan meneladani struktur pelayanan Yesus sendiri. Ia mengajak para Ketua Komkep dan penggerak OMK untuk melihat bagaimana Yesus membangun komunitas:

  • Lingkaran pertama: Petrus, Yakobus, dan Yohanes – sahabat terdekat Yesus.
  • Lingkaran kedua: Kedua belas rasul – komunitas inti yang berjalan bersama.
  • Lingkaran ketiga: 70 murid yang diutus, sebagaimana tercantum dalam Injil hari itu.
  • Pendukung pelayanan: Perempuan-perempuan yang dengan setia membantu dan membiayai pelayanan Yesus.

Dari sini, kita belajar bahwa pelayanan yang berdampak lahir dari struktur yang hidup dan keterlibatan banyak orang dengan karisma masing-masing.

Mba Quina kemudian menjelaskan rencana Komkep KWI dalam menyusun Self Assessment Komisi Kepemudaan 2025, sebuah alat refleksi untuk melihat profil, perkembangan program, dan tahapan perjalanan Komkep di masing-masing keuskupan.

Romo Kristi melengkapi dengan memperkenalkan buku “Identity: Identified”—sebuah buku formasi yang berisi bacaan-bacaan dari Perjanjian Baru dan refleksi yang menolong orang muda mengenali identitas diri, serta bagaimana tindakan dan sikap dalam hidup sehari-hari membentuk siapa diri kita sebenarnya. Buku ini menjadi sarana pendampingan agar orang muda semakin sadar, aktif, dan beriman dalam hidup menggereja.

Agenda 2: Sharing Pengalaman dan Langkah ke Depan

Agenda kedua menjadi ruang bagi para Ketua Komkep, pendamping OMK, dan para relawan untuk berbagi cerita, tantangan, dan harapan dari masing-masing keuskupan. Perjalanan pastoral OMK di tanah Papua penuh dinamika, mulai dari keterbatasan akses, kebutuhan pendampingan yang konsisten, hingga peluang besar dalam keterlibatan orang muda yang penuh semangat dan dedikasi.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mulai merancang Pertemuan Orang Muda Katolik Regio Papua III (PYD III), yang akan dilaksanakan lima tahun ke depan di Keuskupan Jayapura.

Tak kalah penting, dalam semangat kreativitas anak muda, dilakukan juga pemilihan lomba sayembara logo Komkep Regio Papua, yang menjadi identitas visual pelayanan dan gerak bersama kaum muda di tanah Papua.

Penutup: Semangat Berjalan Bersama

Pertemuan ini adalah tanda bahwa Gereja tidak berjalan sendiri, tetapi melibatkan orang muda sebagai bagian penting dalam karya pewartaan. Melalui refleksi struktural, pengenalan jati diri, dan kebersamaan yang dibangun lewat sharing dan perencanaan, Gereja di Papua sedang berjalan bersama kaum muda—dalam iman, harapan, dan kasih.

Salam Orang Muda Katolik!
Tetap semangat, tetap setia, tetap berjalan bersama!
“Jangan biarkan orang lain menulis masa depan Gereja tanpa kalian!” – Paus Fransiskus

Leave a Comment