Posted on: 28/08/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agats, Aji Sayekti, dalam kesempatan Triduum III Regio Papua memaparkan kondisi perekonomian masyarakat Asmat. Dengan tema besar “Bergerak Bersama, Konsisten, Pasti Kita Bisa”, ia menegaskan pentingnya pendampingan pengembangan sosial ekonomi melalui pendekatan yang melibatkan, mengembangkan, dan mencerdaskan umat.

Menyadari Posisi dan Kondisi Hidup

Aji mengajak masyarakat untuk terlebih dahulu menyadari posisi ekonomi mereka saat ini. Pertanyaan reflektif seperti, “Berapa penghasilan kita per bulan? Mau tetap seperti ini atau berubah?” menjadi dasar untuk menggerakkan kesadaran kolektif. Menurutnya, perubahan hanya bisa terjadi bila dimulai dari diri sendiri.

Dalam paparannya, Aji menjelaskan tentang kemiskinan ekstrem dengan label yang berbeda:

  • Miskin
  • Di ambang miskin
  • Hidup layak

Ia menekankan adanya disparitas ekonomi dan berbagai faktor yang menjadi penyumbang kemiskinan. Dengan menggunakan tabulasi data, Aji menggambarkan secara gamblang perjalanan masyarakat dari situasi A minus (masyarakat miskin rentan) menuju situasi A plus (masyarakat sejahtera bersama) melalui program-program strategis yang terarah.

Proses Marginalisasi dan Strategi Perubahan

Aji juga menyinggung tentang proses marginalisasi masyarakat lokal yang masih berlangsung. Untuk mengatasinya, ia menawarkan lima isu strategis yang menekankan pada keterlibatan aktif, pencerdasan, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Pertanyaan reflektif seperti “Apakah tungku api masih menyala dan membara?” menjadi simbol ajakan untuk tetap menjaga semangat perubahan.

Menentukan Sikap dan Menganalisis Pasar

Aji menegaskan bahwa langkah nyata diperlukan untuk meningkatkan taraf hidup, antara lain melalui:

  • Menentukan sikap dan langkah konkrit
  • Menganalisis pasar
  • Mencoba menjadi kompetitor yang sehat

Dalam hal ini, Gereja Katolik melalui Komisi PSE hadir dengan *Gerakan 3M: Melibatkan, Mengembangkan, Mencerdaskan, yang diwujudkan lewat program pemberdayaan umat berbasis *unit usaha profit-profet. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan antara kesejahteraan ekonomi dan nilai-nilai profetis Gereja.

Prinsip Program Visioner dan Profetis

Melalui pendekatan *visioner dan profetis, program PSE memproyeksikan perubahan yang *berdampak luas dan berkelanjutan. Gereja pun berperan untuk:

  • Menyuarakan secara kritis keadilan ekonomi
  • Mengarahkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama
  • Mendorong kemandirian program melalui swabiaya dan keberlanjutan

Sebagai wujud nyata pemberdayaan ekonomi umat, beberapa unit karya yang telah dijalankan PSE Keuskupan Agats antara lain:

  • Unit usaha ayam petelur
  • Centrum pelatihan perikanan dan pertanian
  • Pendampingan umat di paroki
  • Pembuatan dan perbaikan perahu

Inisiatif-inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa perubahan sosial ekonomi dapat tercapai melalui pendampingan yang konsisten, partisipatif, dan berkelanjutan.

Leave a Comment