KOMSOS – Hari ketiga pelaksanaan Triduum III Regio Papua menjadi momen istimewa bagi seluruh peserta. Setelah sebelumnya disegarkan dengan doa, refleksi, dan diskusi, kali ini peserta diajak untuk mengikuti salah satu agenda penting, yakni Napak Tilas Pastoral.

Napak Tilas tak sebatas kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, melainkan sebuah pengalaman iman yang mendalam. Di sanalah peserta dapat melihat langsung jejak karya pastoral Gereja Katolik di Agats bagaimana Gereja hadir dan berkarya bagi umat, khususnya melalui bidang pendidikan, pengembangan ekonomi, dan pelestarian budaya.

Dengan menyusuri tempat-tempat tersebut, peserta diajak merenungkan kembali panggilan Gereja yang terus hidup dalam konteks nyata masyarakat Papua, khususnya di tanah Asmat.
Lima Lokasi Napak Tilas
Dalam perjalanan ini, peserta mengunjungi lima lokasi penting yang menjadi saksi sejarah pastoral Gereja katolik di Agats:
1. SD YPPK Salib Suci Agats

Menjadi fondasi awal pendidikan dasar, sekolah ini telah membentuk generasi muda Asmat agar memiliki bekal iman, ilmu, dan budi pekerti yang kuat.

SMP YPPK St. Yohanes Pemandi Agats

Lanjutan pendidikan yang menegaskan komitmen Gereja untuk mendampingi anak-anak Papua dalam proses tumbuh kembangnya, baik secara intelektual maupun spiritual.


SMA Katolik Yan Smith

Sekolah menengah atas yang menjadi tempat lahirnya calon pemimpin muda Asmat, yang diharapkan mampu berkontribusi bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.


Credit Union Ndar Sesepok


Sebuah lembaga ekonomi umat yang dirintis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Kehadirannya menjadi tanda nyata kepedulian Gereja dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui semangat gotong royong dan solidaritas.

Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat

Tempat yang menyimpan sekaligus merawat kekayaan budaya Asmat. Kehadiran museum ini menegaskan komitmen Gereja dalam menjaga identitas budaya lokal, sambil berjalan bersama dalam arus kemajuan.

Menyatu dengan Sejarah dan Harapan
Napak Tilas hari ini menjadi ruang belajar bersama. Peserta tidak hanya menyaksikan bangunan fisik, tetapi juga menghidupi nilai, perjuangan, dan semangat pelayanan yang sudah ditanamkan para misionaris serta para pelayan pastoral di Agats. Dengan itu, peserta diajak untuk menimba inspirasi dan meneguhkan komitmen agar karya pastoral tetap hidup, relevan, dan menjawab kebutuhan umat masa kini.
Hari ketiga Triduum Regio Papua pun menjadi pengingat bahwa karya pastoral Gereja bukan hanya tentang masa lalu, tetapi terus bergerak dan berkembang bersama umat menuju masa depan yang penuh harapan.

