KOMSOS – Suasana duka menyelimuti ruang jenazah RSUD Perpetua J. Safanpo pada Minggu (28/09/2025) ketika umat Katolik berkumpul untuk mengikuti Ibadah pemberkatan dan pelepasan bagi almarhum Irenius, korban penembakan yang meninggal dunia sabtu kemarin. Perayaan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan sekaligus Pastor Paroki Mbait, Pastor Innocentius Rettobjaan.

Dalam renungan yang penuh keheningan, Pastor Inno menyampaikan pesan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan dan umat yang hadir. Ia mengingatkan bahwa Tuhan Yesus sendiri menghendaki setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan dan kebahagiaan abadi.
“Dalam doa kita, kita mohon agar almarhum Irenius diterima dalam kasih Tuhan. Yesus ingin agar kebahagiaan yang Ia nikmati, juga dapat kita alami bersama-Nya. Kita percaya bahwa hidup tidak berhenti di dunia ini, melainkan berlanjut dalam kehidupan kekal,” ujar Pastor Inno.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.
“Kita berdoa supaya keluarga almarhum senantiasa dikuatkan oleh kasih Tuhan dan mampu melewati masa-masa sulit dengan pengharapan baru,” tambahnya.
Dalam doa, Pastor Inno juga menekankan pentingnya menjaga kedamaian di kota Agats dan seluruh wilayah Asmat. Ia mengajak umat bersama-sama berdoa agar tanah Asmat dijauhkan dari perpecahan, dendam, dan kekerasan.
“Mari kita mohon kepada Tuhan, supaya damai-Nya tinggal di hati kita, di keluarga, dan di seluruh masyarakat Asmat. Hanya dengan kedamaian, kita bisa membangun hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Misa Requiem tersebut ditutup dengan doa tiga salam Maria yang diikuti keluarga dan umat yang hadir. Meski kesedihan masih terasa, suasana doa membawa penghiburan dan semangat persaudaraan bagi seluruh umat yang hadir.
Turut hadir dalam Ibadah tersebut Thomas Eppe Safanpo, Bupati Asmat, Absalom Amiyaram, Sekda Asmat, Kompol Haryono, Wakapolres Asmat, drg. Yenny Yokung Yong, Kepala RSUD Perpetua J. Safanpo

