KOMSOS AGATS – Ayam petelur merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
Selain itu, Kebutuhan telur menjadi permintaan yang kerap dicari masyarakat, mengingat harga telur yang terjangkau dapat memenuhi keperluan rumah tangga sehari-hari.
Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Aji Sayekti mengatakan, pihaknya terus melakukan sejumlah langka langkah untuk meningkatkan hasil produksi. Mulai dari mempelajari metode, pemilihan bibit ayam, pemberian pakan, pemantauan kesehatan hingga vaksin pun menjadi perhatian utamanya.
“Usaha ayam petelur yang kami kelola terus meningkat dari sebelumnya. Populasi ayam petelur kini sudah mencapai 2.000 ekor,” ungkapnya.
Aji bilang, tak cukup hanya dengan mengoptimalkan kandang, bibit, dan juga pakan saja, manajemen produksi yang berkaitan dengan pengetahuan serta ketrampilan juga sangat penting dalam proses produksi. Seperti halnya juga dalam manajemen kesehatan ayam agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada ayam.

Ia mengungkapakan, dua kandang yang masing masing berisi 1000 ekor ayam, telah menghasilkan puluhan hingga ratusan telur dalam waktu seminggu.
“Panen perdana menghasilkan 7 rak, dan itu terus meningkat setiap hari,” jelas Aji.
Aji mengaku, peternakan ini telah berkontribusi dalam meningkatkan produksi telur, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal tetapi juga untuk kepentingan asupan gizi bagi anak anak Asmat dalam program gerakan Sebutir telur.
“Kami berupaya mengadaptasi peternakan ini dengan potensi lokal sehingga bisa efisien dalam biaya namun tetap produktif. Kami juga ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pola hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan menekan angka stunting yang masih menjadi isu penting di daerah ini,” pungkasnya.

