Posted on: 14/12/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS AGATS – Minggu, 14 Desember 2025
Pastor Paroki Kristus Raja Mbait, RD. Innocentius Rettobjaan, memimpin siaran Tahun Yubileum bersama umat Katolik Paroki Mbait pada Minggu (14/12/2025). Siaran rohani ini berlangsung khidmat dengan rute dari Gereja Paroki Kristus Raja Mbait hingga Gereja Kristus Bangkit Stasi Syuru, dan diikuti dengan penuh antusias oleh umat.

Dalam refleksi rohaninya, Pastor Innocentius menegaskan bahwa tema besar Tahun Yubileum adalah “Peziarahan Pengharapan dan Pertobatan.” Tema ini, menurutnya, menjadi panggilan iman bagi seluruh umat untuk menyadari bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya adalah sebuah perjalanan iman menuju Allah.

“Gereja kembali mengajak kita untuk menyadari bahwa kita sedang berziarah. Kita adalah peziarah-peziarah pengharapan,” ungkap Pastor Innocentius.

Ia menjelaskan bahwa peziarahan pengharapan berarti menumbuhkan dan memelihara harapan di tengah berbagai tantangan hidup. Harapan tersebut harus diwujudkan melalui keutamaan-keutamaan hidup kristiani, seperti kasih, keadilan, kesabaran, dan perdamaian.

Lebih lanjut, Pastor Innocentius mengingatkan bahwa sebagai peziarah, umat beriman dipanggil untuk menjadi pembawa damai dan keadilan di tengah dunia.

“Kalau ada kekacauan, kita hadir sebagai pembawa damai. Kalau ada ketidakadilan, kita hadir sebagai peziarah yang menyuarakan kebenaran dan keadilan,” tegasnya.

Dalam refleksinya, ia juga menyinggung makna waktu dalam kehidupan manusia. Menurutnya, setiap orang memiliki waktu untuk lahir dan waktu untuk meninggal, dan rentang waktu itu harus diisi dengan pengharapan yang berakar pada iman kepada Tuhan.

Mengutip ajakan Paus Fransiskus, Pastor Innocentius menekankan pentingnya membuka “pintu-pintu rahmat” dalam Tahun Yubileum ini.

“Paus Fransiskus mengajak kita semua agar pintu-pintu dibukakan. Pintu rahmat, pintu pertobatan, harus dibuka selebar-lebarnya bagi semua orang,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pelayan Gereja, termasuk para pastor dan pengurus umat, agar tidak menjadi penghambat rahmat, melainkan membuka jalan bagi umat untuk kembali kepada Tuhan.

Menutup refleksinya, Pastor Innocentius mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan sisa waktu di tahun ini sebagai kesempatan untuk bertobat, salah satunya melalui sakramen pengakuan dosa.

“Sebelum tahun ini berakhir, mari kita bertobat. Gereja menyediakan ruang pengampunan melalui pengakuan dosa. Inilah saatnya kita kembali kepada Tuhan dengan hati yang bersih,” pungkasnya.

Siaran Tahun Yubileum ini menjadi momentum rohani yang memperdalam iman umat Paroki Mbait dan Stasi Syuru, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjalani hidup sebagai peziarah pengharapan di tengah masyarakat dan dunia.

Leave a Comment