Laporan: RD. Paul Buarlele
KOMSOS — Sukacita besar menyelimuti umat Katolik di wilayah Amagais, Keuskupan Agats, Asmat, Papua Selatan, khususnya umat dari stasi Yagamit, Kamur, Amkai, Amkum, Ero Lama, dan Ero Baru. Pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus yang diperingati setiap tanggal 29 Juni, sebuah tonggak sejarah penting terukir dalam perjalanan Gereja Katolik di Keuskupan Agats, yakni pengangkatan Kuasi Paroki Santo Stefanus Kamur menjadi Paroki definitif Santo Fransiskus Xaverius Amagais, serta penerimaan Sakramen Krisma bagi 125 krismawan dan krismawati.
Perayaan Ekaristi yang agung ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, dengan didampingi oleh para imam konselebran, antara lain: RD. Fransiskus Labi Maing, Ketua Unio Keuskupan Agats dan Pastor Paroki Bayun, RD. Yonas Batilmurik, Pastor Kuasi Paroki Santo Stefanus Kamur yang kini resmi menjadi Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais, RD. Hilarius Salmon, Sekretaris Keuskupan Agats, RD. Moses Amiset, Pastor Rekan Paroki Santo Malaikat Gabriel Kapi, RD. Paulus Buarlele, Ketua Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agats.

Momen Bersejarah Pengangkatan Paroki
Suasana penuh khidmat menyelimuti gereja stasi Amagais saat dilangsungkannya dua momen penting. Momen pertama adalah pengangkatan resmi Kuasi Paroki Santo Stefanus Kamur menjadi Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais, yang ditandai dengan pembacaan berita acara oleh RD. Fransiskus Labi Maing, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh RD. Hilarius Salmon. Dengan pengangkatan ini, RD. Yonas Batilmurik diresmikan sebagai Pastor Paroki pertama untuk Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais.
Pengangkatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan simbol pertumbuhan dan kemandirian umat Katolik di wilayah Amagais, sekaligus jawaban atas perjalanan panjang umat yang setia membangun kehidupan menggereja di tengah tantangan wilayah pedalaman Papua Selatan.

Sakramen Krisma: Menjadi Dewasa dalam Iman
Momen kedua yang tak kalah bermakna adalah penerimaan Sakramen Krisma bagi 125 krismawan dan krismawati, yang diterimakan langsung oleh Mgr. Aloysius Murwito, OFM. Dalam homilinya, Uskup Aloysius mengingatkan seluruh umat, terutama para krismawan dan krismawati, tentang makna kedewasaan dalam iman.
“Setelah kalian menerima Sakramen Krisma, kalian dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Yang selama ini kurang aktif, jadilah lebih aktif di gereja. Yang sudah menikah, diharapkan setia kepada pasangan, hidup sesuai ajaran Kristus, dan meninggalkan kebiasaan buruk,” ujar Mgr. Aloysius dengan penuh kasih namun tegas.
Umat yang hadir mengikuti perayaan Ekaristi dengan penuh kekhusyukan. Mereka yang telah menerima Sakramen Ekaristi, menyambut tubuh Kristus sebagai kekuatan rohani untuk semakin teguh dalam perutusan sebagai murid Kristus dan anggota Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais.
Bersama Mewujudkan Gereja Mandiri dan Misioner
Mengusung tema besar, “Berjalan Bersama Mewujudkan Gereja Mandiri dan Misioner,” perayaan ini menjadi awal baru bagi umat Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais. Di tengah keterbatasan geografis dan tantangan medan Papua Selatan, umat diajak terus membangun semangat kebersamaan, kemandirian, dan misi penginjilan.
Pengangkatan paroki ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan rohani, sosial, dan pelayanan pastoral di wilayah Amagais dan sekitarnya.
Proficiat kepada seluruh umat Paroki Santo Fransiskus Xaverius Amagais. Semoga semangat Santo Fransiskus Xaverius, sang misionaris besar, terus hidup dalam diri umat, sehingga Gereja di tanah Papua Selatan semakin mandiri, bersinar, dan misioner.
Roh Kudus senantiasa menyertai perjalanan Gereja di Keuskupan Agats.

