Posted on: 26/06/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS — Sebanyak 19 Orang Muda Katolik (OMK) perwakilan Keuskupan Agats resmi diutus untuk mengikuti ajang Papua Youth Day (PYD) 2025, yang akan berlangsung di Keuskupan Timika, Dekenat Teluk Cendrawasih, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Momen perutusan ditandai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, bertempat di Aula Pusat Pastoral (Puspas) Agats, Kamis (26/06/2025).

Dalam perayaan yang turut didampingi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agats, RD. Anes Laritembun, dan RD. Lucky Legasando, Uskup Aloysius memberikan pesan mendalam kepada para peserta. Uskup menegaskan, meskipun jumlah delegasi dari Keuskupan Agats tergolong kecil, namun mereka diharapkan mampu menunjukkan semangat, keunikan, dan kontribusi yang berbeda dalam perhelatan besar kaum muda Katolik se-Tanah Papua tersebut.

“Jangan minder karena kita hanya sedikit. Justru ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Keuskupan Agats, memiliki kekayaan budaya, iman, dan semangat yang tidak kalah dari daerah lain,” pesan Uskup dalam homilinya.

Lebih dari sekadar keikutsertaan, kehadiran para OMK Agats dalam PYD tahun ini membawa misi khusus. Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agats, RD. Anes Laritembun menjelaskan bahwa Keuskupan Agats diberikan kepercayaan sebagai penanggung jawab liturgi dalam rangkaian kegiatan PYD. Salah satu tugas utama adalah mempersembahkan lagu rohani daerah Asmat, yang akan ditampilkan dalam perayaan Ekaristi utama pada 1-7 Juli 2025 di Nabire. Setelan itu juga membawakan tarian kreasi khas Asmat.

“Ini kesempatan emas, kita tidak hanya hadir tapi juga membawa identitas kita. Budaya Asmat yang kaya seni, ukiran, tarian, dan nilai-nilai spiritual harus menjadi bagian dari wajah PYD tahun ini,” ujar RD. Anes.

Para peserta yang diutus merupakan perwakilan pilihan dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Agats. Mereka telah menjalani persiapan panjang, mulai dari latihan liturgi, seni budaya, hingga pendalaman iman. Selain itu, Uskup Aloysius mengingatkan agar seluruh peserta tidak hanya fokus menikmati kegiatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perubahan di tengah komunitas OMK masing-masing setibanya kembali di Agats.

“Kalian harus menjadi pembawa kabar baik, menularkan semangat yang kalian dapat di PYD kepada teman-teman OMK di paroki, stasi, dan lingkungan kalian,” tegas Uskup.

Papua Youth Day sendiri adalah ajang perjumpaan akbar kaum muda Katolik se-Tanah Papua, yang rutin diselenggarakan untuk mempererat persaudaraan, memperdalam iman, dan merayakan keberagaman budaya di wilayah Papua.

Keuskupan Agats, melalui keterlibatan aktif di PYD, tidak hanya membawa peserta, tetapi juga membawa pesan besar: bahwa dari Tanah Lumpur Asmat, suara iman, harapan, dan kekayaan budaya terus bergema, memberi warna bagi Gereja Katolik di Papua.

Leave a Comment