KOMSOS – Sebuah kegiatan Animasi Keluarga telah dilaksanakan di Keuskupan Agats dengan tujuan memperdalam pemahaman dan penghayatan peserta mengenai panggilan hidup berkeluarga. Kegiatan ini dibimbing oleh narasumber tunggal, RP. Yohanes Aristanto Heri Setiawan, MSF, Sekretaris Komisi Keluarga (Komkel) KWI, yang membagikan pengalaman, refleksi, serta wawasan rohani terkait perkawinan dan pastoral keluarga.

Sejak awal, peserta diajak untuk menyadari bahwa perkawinan bukan hanya ikatan lahiriah, tetapi juga persekutuan kasih yang kudus. Materi yang dibawakan menekankan empat dimensi penting dalam hidup berkeluarga, yaitu: Kebenaran – menghadirkan kejujuran dan integritas dalam relasi suami-istri, Kebaikan – membangun keluarga yang saling melayani dan mengutamakan kasih, Keindahan – melihat keluarga sebagai gambaran kasih Allah yang harmonis dan Kekudusan – menyadari bahwa keluarga adalah jalan menuju kekudusan melalui kesetiaan dan pengorbanan.

Pada hari ketiga, peserta diajak lebih intens dalam pendalaman materi melalui diskusi dan tanya jawab. Sesi ini membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, pergulatan, dan tantangan nyata dalam kehidupan berkeluarga maupun melayani keluarga.
Selain itu, peserta juga diarahkan untuk memahami peran mereka dalam pendampingan keluarga paroki maupun keluarga basis. Hal ini menegaskan bahwa setiap keluarga dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi komunitas yang lebih luas.

Materi utama yang digali pada tahap ini adalah tentang Disermen Moral–Pastoral Perkawinan, yang membantu peserta mengenali nilai-nilai moral dalam hidup berkeluarga, sekaligus menimbang berbagai pilihan pastoral yang sesuai dengan situasi konkret keluarga di zaman sekarang.
Sebagai puncak kegiatan, pada hari terakhir peserta difasilitasi untuk menyusun rencana nyata dalam pembinaan tim pastoral keluarga. Rencana ini mencakup strategi kerja sama, program pendampingan, serta langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan di paroki maupun dalam komunitas basis.

Dengan demikian, Animasi Keluarga ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menggerakkan peserta untuk mewartakan kasih Allah melalui pelayanan keluarga.
Melalui arahan penuh inspirasi dari Rm. Aristanto HS, MSF, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa perkawinan adalah panggilan mulia yang harus dirawat dengan kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kekudusan. Para peserta diperlengkapi bukan hanya untuk menghidupi iman dalam keluarga, tetapi juga untuk mendampingi sesama, sehingga semakin banyak keluarga dapat mengalami sukacita Injil dalam kehidupan mereka sehari-hari.


