KOMSOS — Suasana penuh syukur dan sukacita memenuhi Gereja Paroki Mbait ketika umat berbondong-bondong menghadiri Perayaan Ekaristi Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Misa yang khidmat ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pastoral Paroki dan pengurus lingkungan-lingkungan Paroki Mbait untuk periode pelayanan 2025–2028. Umat bersyukur karena pelantikan ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM.

Dalam perayaan tersebut, Uskup didampingi oleh Pastor Paroki Mbait, RD. Innocentius Rettobjaan, bersama Pastor rekan RD. Eliezer Duganata, serta Diakon Paulus Lartutul. Bersama-sama mereka memimpin perayaan yang menjadi tonggak awal perutusan bagi para pelayan baru di Paroki Mbait.
Kenaikan Bukan Perpisahan, Tapi Pengutusan
Dalam khotbahnya, Mgr. Aloysius menggarisbawahi makna terdalam dari Hari Raya Kenaikan Tuhan. Ia menegaskan bahwa kenaikan Yesus ke surga bukanlah tanda berakhirnya kehadiran-Nya, melainkan awal dari sebuah pengutusan bagi para murid dan seluruh umat beriman.
“Hari ini kita merayakan sebuah perpisahan dimana Yesus meninggalkan para murid secara fisik. Tetapi Yesus tetap hadir. Ia merasa tugas-Nya selesai dan harus kembali kepada Bapa. Tapi ini bukan berarti Ia meninggalkan kita,” ujar Uskup.

Ia menegaskan bahwa peristiwa sengsara, wafat, kebangkitan hingga kenaikan Yesus adalah ajakan bagi umat untuk bertobat dan terus menjadi saksi akan karya keselamatan Kristus. Maka, dalam semangat inilah, pelantikan dewan paroki dan pengurus lingkungan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah perutusan ilahi.
“Pelantikan ini bukan pelantikan sipil atau pemerintahan. Ini adalah perutusan untuk melayani Kristus. Kamu hanya mampu melaksanakan tugas ini jika dituntun oleh Roh Kudus,” pesan Mgr. Aloysius kepada para pengurus baru.
Tugas Mulia, Bukan Jabatan Bergengsi
Uskup juga menegaskan bahwa menjadi bagian dari Dewan Pastoral Paroki dan pengurus lingkungan bukan soal status atau kebanggaan, tetapi tentang kesediaan melayani umat dalam terang Kristus.
“Ini bukan jabatan yang bergengsi. Tetapi sungguh-sungguh mau melayani umat yang dipercayakan Kristus kepada kita,” tegasnya. “Kita harus menjadi penyegar dan penyemangat di tengah umat. Jangan menjadi single fighter, tetapi bangun kerja sama tim.”

Ia mengajak seluruh umat, khususnya para pengurus baru, untuk bekerja dalam semangat komunitas dan persekutuan. Menurutnya, karya Tuhan hanya bisa diwartakan secara utuh jika dijalankan bersama-sama dalam persekutuan yang hidup.
Langkah Awal Persekutuan Baru
Pelantikan Dewan Pastoral Paroki dan pengurus lingkungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kembali persekutuan yang lebih kokoh di Paroki Mbait. Dengan masa bakti hingga 2028, para pengurus baru diharapkan menjadi tulang punggung dalam menggembalakan umat, memperkuat iman, serta memajukan karya pastoral Gereja setempat.

Dalam suasana penuh harapan, para pengurus mengucapkan janji di hadapan altar, disaksikan seluruh umat. Mereka berkomitmen untuk menjadi saksi Kristus dalam tugas dan pelayanan mereka. Suasana haru pun terasa ketika Uskup memerciki para pengurus dengan air suci sebagai tanda penyucian dan penguatan dalam Roh Kudus.
Penutup

Perayaan Ekaristi ini bukan hanya peringatan akan kenaikan Yesus ke surga, melainkan juga momentum bagi Paroki Mbait untuk naik ke tingkat baru dalam pelayanan. Dengan pemimpin baru yang siap melayani, dan dengan semangat perutusan yang dibakar oleh Roh Kudus, Dewan dan Pengurus di Paroki Mbait bersiap melangkah maju, mewartakan kabar sukacita di tengah umat.
“Kita semua diberikan tugas. Kita diutus oleh Yesus untuk terus mewartakan karya keselamatan. Maka mari kita saling menolong, saling menguatkan, agar menjadi terang Kristus di tengah dunia,” tutup Uskup.

