Posted on: 11/02/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS), Komisi Karya Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Agats bersama sejumlah komunitas rohani mengadakan kunjungan pastoral, pelayanan Komuni Kudus, serta doa bersama di RSUD Perpetua J. Safanpo Agats, Rabu (11/02/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian Gereja terhadap saudara-saudari yang sedang mengalami penderitaan karena sakit, sekaligus sebagai bentuk dukungan spiritual bagi para tenaga kesehatan yang setiap hari melayani dengan penuh pengabdian.

Pelayanan ini melibatkan komunitas doa kharismatik BPK-PKK Keuskupan Agats (Badan Pelayanan Keuskupan – Pembaruan Karismatik Katolik), komunitas susteran Dina Santo Yosep (DSY), serta komunitas Suster-Suster Fransiskan dari St. Georgius Martir (FSGM). Seluruh kegiatan didampingi oleh RD. Hilarius Salmon.

Dalam kesempatan tersebut, KMKI Keuskupan Agats menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur RSUD Agats, drg. Yenny Yokung Yong, MDSc, SpPerio, beserta seluruh petugas rumah sakit yang telah terlibat secara langsung dalam mendukung kelancaran kegiatan.

“Kehadiran dan kerja sama dari pihak rumah sakit menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan yang menyentuh dan bermakna bagi para pasien,” ungkap panitia.

Kunjungan ini tidak hanya diisi dengan doa bersama dan pelayanan sakramen, tetapi juga menjadi momen penguatan rohani bagi para pasien yang sedang dirawat.

Dalam renungan yang disampaikan, RD. Hilarius Salmon mengajak seluruh umat untuk merenungkan bacaan Kitab Suci tentang najis dan tidak najis, yang menekankan bahwa yang menajiskan bukanlah hal-hal dari luar, melainkan apa yang lahir dari hati manusia.Ia menuturkan sebuah kisah tentang seorang orang tua sakit yang terus-menerus marah meski telah dilayani dengan setia oleh anak-anaknya.

Kisah itu menggambarkan realitas yang sering dialami para pelayan: ketika pelayanan dilakukan hanya dengan mengandalkan kekuatan manusia, hati mudah lelah dan berubah.

“Kalau kita hanya mengandalkan diri sendiri, kita bisa jengkel dan kehilangan kasih. Tetapi jika kita mengundang Tuhan hadir dalam pekerjaan kita, kasih itu akan muncul kembali, kasih yang tulus dan tanpa batas,” ujar RD. Hilarius.

Lebih lanjut, RD. Hilarius mengingatkan tentang teladan orang Samaria yang baik hati, yang melayani tanpa memandang perbedaan dan tanpa batasan.Pelayanan kepada orang sakit, menurutnya, adalah panggilan untuk menghadirkan kasih Allah di tengah penderitaan, sekaligus membangun hati yang tetap lembut dalam situasi yang tidak mudah.

“Kita harus melayani tanpa sekat, tanpa dinding, karena kasih Kristus tidak mengenal batas,” tambahnya.

Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ini menjadi pengingat bahwa Gereja senantiasa dipanggil untuk hadir di tengah mereka yang menderita, menguatkan yang lemah, serta meneguhkan harapan melalui doa, sakramen, dan pelayanan kasih.Kegiatan ditutup dengan doa bersama bagi para pasien, keluarga, serta seluruh tenaga medis agar senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, dan semangat dalam menjalani serta melayani kehidupan.

Leave a Comment