KOMSOS – Panitia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 resmi dibubarkan dalam sebuah kegiatan syukur yang berlangsung di Aula Puspas Agats, Rabu (11/02/2026). Acara ini menjadi penutup rangkaian panjang perayaan yang telah dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan dan partisipasi umat.
Kegiatan pembubaran panitia diawali dengan ibadah syukur, dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban panitia, serta pernyataan resmi pembubaran sebagai tanda berakhirnya tugas pelayanan dalam perayaan HUT tersebut.
Dalam suasana yang hangat dan penuh rasa syukur, Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwoto, OFM, menyampaikan pesan mendalam tentang makna perayaan yang telah dilalui bersama. Uskup mengungkapkan bahwa rangkaian lomba dan kegiatan umat selama perayaan memberikan kesan yang sangat menyentuh batin.
“Saya sungguh merasakan sesuatu dari lomba-lomba anak-anak. Saya lebih merinding, ada getaran jiwa yang dirasakan saat umat kita tampil di Lapangan Yos Sudarso, dalam jalan santai, pembagian door prize, dan kegiatan lainnya,” ungkap Uskup dengan penuh haru.
Menurutnya, perlombaan dan keterlibatan umat bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi kesempatan berharga untuk melihat jati diri dan kekuatan bersama sebagai Gereja dan masyarakat.
“Itu kesempatan untuk melihat siapa kita. Sepintas kita melihat kekuatan kita, melihat kita sebagai suatu kebanggaan. Partisipasi umat sangat besar. Saya amat berterima kasih kepada semua yang terlibat,” tambahnya.
Uskup juga menyoroti suasana perayaan yang menunjukkan kebersamaan dan kecukupan, di mana umat dapat menikmati sukacita bersama tanpa kekurangan.“Saya melihat semua orang makan, berkecukupan. Secara keseluruhan saya merasa bersyukur. Semua memainkan peran untuk suksesnya kegiatan ini. Semua kompak,” ujarnya.
Dalam momen yang mengharukan, Uskup menyampaikan rasa cinta yang ia rasakan dari umat dan para pemimpin daerah yang hadir mendukung perayaan tersebut.“Saya merasa sangat dicintai. Dicintai umat dan tiga kepala daerah ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Menutup pesannya, Mgr. Aloysius menegaskan bahwa perayaan ini bukan semata tentang dirinya, melainkan tentang identitas dan kebersamaan umat.
“Momen ini bukan karena saya, tetapi seperti ini penting. Memperlihatkan siapa kita. Akhirnya kepada semua panitia dengan segala urusan dan kerja, saya ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati Anda semua.”

