Posted on: 23/02/2026 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Agats tidak hanya berjalan karena program dan struktur, tetapi juga karena kehadiran para pelayan muda yang dikenal dengan sebutan Sahabat Komkep. Mereka adalah para sukarelawan yang dengan tulus hati mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendukung karya pelayanan Orang Muda Katolik (OMK) di wilayah Keuskupan Agats.

Di sejumlah keuskupan lain, mereka mungkin disebut voluntir atau relawan. Namun di Keuskupan Agats, istilah Sahabat Komkep memiliki makna yang lebih dalam. Mereka merupakan sahabat seperjalanan dalam pelayanan kaum muda yang hadir, mendampingi, dan menguatkan. Menjadi Sahabat Komkep bukanlah jabatan struktural, melainkan panggilan pelayanan. Mereka tidak digerakkan oleh imbalan materi, tetapi oleh semangat pengabdian.

Dengan ikhlas, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan seperti latihan kepemimpinan dasar, rekoleksi OMK, dinamika kelompok, pendampingan kegiatan rohani, hingga aksi sosial. Dalam setiap kegiatan, Sahabat Komkep berperan sebagai fasilitator, animator, dan motivator. Mereka membantu menyiapkan materi, memandu diskusi, memimpin permainan dinamika, serta menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat.

Kehadiran mereka seringkali menjadi jembatan yang mendekatkan OMK dengan Komisi Kepemudaan.Lebih dari sekadar panitia kegiatan, Sahabat Komkep dipanggil untuk menjadi teladan. Mereka menunjukkan bahwa pelayanan adalah bentuk kasih yang nyata. Dalam kebersamaan, mereka belajar mendengar, memahami karakter kaum muda, serta menguatkan satu sama lain.

Kehadiran Sahabat Komkep juga memberi pesan bahwa orang muda tidak berjalan sendiri. Ada komunitas yang siap mendampingi dan mendukung pertumbuhan iman serta karakter mereka. Dengan pendekatan persahabatan, pembinaan terasa lebih akrab dan membumi.

Dalam dinamika Gereja lokal, Sahabat Komkep menjadi motor penggerak yang membantu memastikan program kepemudaan berjalan dengan baik. Mereka mendukung visi Komisi Kepemudaan untuk membentuk generasi muda yang beriman, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin bagi diri sendiri, Gereja, dan masyarakat.

Komitmen mereka menjadi bukti bahwa pelayanan Gereja tidak hanya bergantung pada imam atau Katekis, pengurus komisi, tetapi juga pada partisipasi umat, terutama kaum muda yang mau terlibat secara aktif.Menjadi Sahabat Komkep adalah tentang belajar melayani dengan hati. Di tengah keterbatasan, mereka tetap hadir. Di tengah kesibukan pribadi, mereka tetap menyediakan waktu. Semua dilakukan demi satu tujuan: agar orang muda Katolik bertumbuh dalam iman dan kepemimpinan.

Dengan semangat sukarela dan persaudaraan, Sahabat Komkep menjadi wajah pelayanan yang hangat di Keuskupan Agats menginspirasi bahwa setiap orang muda dapat mengambil bagian dalam karya Gereja, mulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan cinta dan ketulusan.

Berikut nama nama para Sahabat KOMKEP: Rangga Dumatubun, ⁠Helena Rumlus, ⁠Agustina Sedik, ⁠Bita, ⁠Lia Ohoilulun dan Marta Mindipko. Selain mereka masih banyak sahabat komkep yang dengan setia membantu komisi kepemudaan.

Leave a Comment