Posted on: 28/03/2021 Posted by: Frater Adolf OSC Comments: 0
Keuskupan Agats
ORANG BENAR DAN ORANG BAIK 
AKAN SELALU DIMUSUHI 
DI MANA-MANA

saudara -saudariku yang sungguh dicintai Yesus;

Yesus adalah Putra Allah yang diutus untuk menyempurnahkan kehidupan kita manusia di dunia ini melalui gaya hidup-Nya yang seringkali tidak dimengerti dan tidak dikenal dengan baik dan benar. Hari ini orang-orang Farisi dan imam-imam kepala merasa sakit hati, merasa takut karena kebenaran Allah yang sudah diwartakan Yesus sungguh bertentangan dengan pemahaman dan pandangan mereka. Mereka takut karena banyak pengikut orang Farisi dan imam-imam kepala percaya kepada Yesus.

kebaikan dan kebenaran sudah diajarkan Yesus dihadapan orang-orang Farisi dan imam-imam kepala, tetapi mereka tetap saja tidak mau mengerti dan tidak mau memahami-Nya. Mereka menanggapi kehadiran Yesus dengan sikap irih, dengki, marah, takut, cemburu, pada Yesus. Sebab, Kehadiran Yesus dalam kebenaran dan Kebaikan Bapa ini dirasa menelanjangi hidup mereka, dirasa mengancam hidup mereka. Kita seringkali lupa atau tidak pernah tahu bahwa kebenran Allah itu rupanya sangat berbeda dengan kita manusia. kebenaran yang kita miliki itu bisa mendatangkan bencana bagi orang lain karena kebenaran manusia sudah ternodai dengan kebenaran relativisme, dalam artia semua orang itu benar atau tidak salah. Maka, kita tidak perlu merasa kaget kalau semua orang di dunia ini, tidak mau kalah maunya menang terus. Sikap seperti ini sebenarnya sudah sering kita ketahui bahwa ini adalah sikap yang egois. Yesus hari ini datang untuk kita tetapi seringkali kita tidak mengenal-Nya ; seringkali kita tidak mengerti dan memahami-Nya. Yesus sudah menyampaikan Kebenaran-Nya kepada kita namun tetap saja kita tidak memahami dan tidak mengerti. sikap kita yang tidak mau mengerti dan memahami inilah menjadikan sikap kita yang sangat egois inilah; sikap kita yang tidak mau kalah; yang akhirnya tidak mau menerima kebenaran dan kebaikan hidup yang berasala dari Yesus; yang berasala dari sesama kita; yang berasal dari oranglain baik yang kita kenal dan tidak kita kenal. Rupanya sikap ini mengakibatkan tindakan kita untuk menghakimi yang lain; untuk mengancam oranglain; untuk membinasakan seperti yang telah direncakan orang Farisi dan imam-imam kepala. Marilah kita berdoa selalu supaya kita tetap kuat dalam menyampaikan kebenaran dalam diri kita dan sesama, semoga demikian.

Leave a Comment