Posted on: 02/01/2021 Posted by: RD Lucius Joko Comments: 0
Keuskupan Agats

Semangat Pagi dari Timur Indonesia

PW St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

Siapa menolak Anak berarti menolak Bapa. Barangsiapa menyangkal Yesus sebagai Kristus, dia adalah seorang pendusta. Barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, dia adalah antikristus. Di atas adalah beberapa pernyataan dari Surat pertama Rasul Yohanes. Rasul Yohanes ingin menegaskan sungguh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hadir bagi dunia dalam rupa manusia. Yesus Kristus adalah cara Allah hadir dan menyatakan diri bagi manusia. Ini bukan karangan fiksi, bukan kisah dongeng, bukan cerita takhayul, melainkan sebuah keyakinan dan kebenaran iman. Bapa dan Anak adalah satu. Mengakui Anak berarti memiliki Bapa, dan mengakui Bapa berarti memiliki Anak. Karena Yesus hadir dan ada bagi dunia, maka kita mengenal dan melihat Allah. Apa yang telah Yesus Kristus ajarkan kepada kita tentang segala sesuatu adalah ajaran yang benar, bukan dusta.

Yohanes pembaptis dari awal juga telah mewartakan dan menegaskan tentang siapa Yesus Kristus itu. Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan untuk mendatangkan pembebasan dan keselamatan bagi dunia yang berdosa. Saudaraku, sering iman kita menjadi rapuh, lemah dan goyah saat digoncang oleh ajaran-ajaran dan pernyataan yang sesat juga menyesatkan. Kita mudah terombang-ambing oleh banyaknya pernyataan yang menggoyahkan iman. Pernyataan-pernyataan seperti Yesus bukan Tuhan, Yesus hanya manusia biasa, Yesus tidak wafat disalib, Yesus tidak dibangkitkan. Juga fenomena ditemukan makam dan tulang Yesus, ditemukan makam dan tulang Maria. Semua bertujuan untuk menyesatkan. Sangat perlu bagi kita untuk terus memiliki pemahaman yang sungguh baik dan benar tentang iman supaya sekali lagi sikap hidup kita menampakkan kebenaran dari iman tersebut. Mari hidup oleh kebenaran iman sehingga iman kita tidak mudah rapuh, goyah, terombang-ambing dan hancur karena kesesatan.

Tuhan memberkati.

Jangan lupa bahagia
Jangan lupa tersenyum
Jangan lupa berdoa

RDLJ

Leave a Comment