KOMSOS – Keuskupan Agats akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Triduum III Regio Papua, sebuah forum refleksi dan dialog yang mempertemukan para Cendekiawan Katolik dan Pastor Orang Asli Papua (OAP) dari lima keuskupan di Tanah Papua.
Persiapan kegiatan ini ditandai dengan pertemuan perdana Panitia Triduum III yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM. Turut hadir dalam pertemuan ini, penanggungjwab Triduum III yaitu Soleman Itlay, Herman Bay Tomoyanmuk, dan Pastor Moses Amiset yang memberikan sosialisasi terkait arah, tujuan, serta topik prioritas yang akan dibahas dalam Triduum III.

Kegiatan Triduum Regio Papua merupakan forum berkala yang melibatkan lima keuskupan di Papua, yaitu: Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agats, Keuskupan Timika, Keuskupan Jayapura, dan Keuskupan Sorong-Manokwari. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai isu aktual dan mendesak yang berkaitan dengan pemberdayaan, pembinaan, dan pembangunan Tanah Papua, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, Sosial, politik, dalam peran pastoral Gereja.
Dalam arahannya, Mgr. Aloysius Murwito, OFM menyampaikan bahwa pada awalnya dirinya sempat memiliki kekhawatiran terhadap kegiatan ini. Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari para penggagas Triduum, persepsi itu berubah.
“Saya merasa lebih positif setelah mendengar penjelasan para. Kegiatan ini saya lihat bukan sekadar forum biasa, tetapi ruang belajar, mendengarkan, dan memahami kondisi Keuskupan Agats serta Tanah Papua dari sudut pandang pastoral,” ujar Uskup Murwito.

Lebih lanjut, Uskup menegaskan bahwa Triduum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat relasi antara Orang Asli Papua dan umat Katolik non-Papua tanpa adanya diskriminasi, serta mendorong partisipasi aktif Orang Asli Papua dalam kehidupan Gereja.
Triduum III Regio Papua diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan gagasan konkret untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di Tanah Papua, sejalan dengan semangat pelayanan pastoral Gereja.

