KOMSOS – Keuskupan Agats kembali menggelar Kegiatan Animasi Keluarga yang berlangsung pada 22–25 September 2025. Acara ini mengangkat tema “Mewartakan Perkawinan Katolik di Tengah Budaya”, dengan tujuan memperdalam pemahaman iman keluarga Katolik, khususnya dalam menghadapi tantangan budaya lokal yang begitu kaya sekaligus penuh dinamika.

Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Murwito, OFM selaku Uskup Agats, didampingi oleh RD. Hillarius Salmon dan RD. Paul Buarlele. Dalam suasana doa yang khidmat, seluruh peserta keluarga diajak menyerahkan rangkaian kegiatan kepada penyelenggaraan Allah, sembari memohon bimbingan Roh Kudus agar setiap proses berjalan dalam semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Uskup Aloysius menekankan pentingnya belajar bersama dalam pastoral keluarga. Ia mengajak peserta untuk mengurai pengalaman yang sudah ada, mengenali kekurangan, serta menemukan pokok-pokok utama yang perlu diperkuat.

Uskup menegaskan bahwa kehidupan masyarakat masih terbatas oleh berbagai kondisi sosial dan budaya, namun Gereja dipanggil untuk menyampaikan nilai Kristiani melalui nilai budaya setempat.
“Saya senang melihat pasangan-pasangan keluarga hadir pada kegiatan dan akan membagikan pengalaman cinta kasih mereka,” ujar Uskup.
Rangkaian kegiatan ini akan diwarnai dengan sesi berbagi, diskusi, dan refleksi, yang dipandu oleh Rm. Aristanto HS, MSF, yang dinilai memiliki kompetensi mendalam dalam bidang pastoral keluarga. Melalui pendampingan ini, peserta diajak menimba kekuatan iman sekaligus memperkaya cara menghidupi perkawinan Katolik di tengah budaya setempat.

Animasi Keluarga Keuskupan Agats 2025 menjadi wadah perjumpaan, belajar, dan berbagi pengalaman iman. Suasana kekeluargaan tampak nyata ketika pasangan-pasangan berbagi kisah cinta kasih mereka, baik dalam suka maupun duka.
Dengan semangat Injil yang menyatu dalam budaya, kegiatan ini diharapkan mampu meneguhkan setiap keluarga Katolik agar semakin tangguh, menjadi saksi kasih Kristus, serta membawa harapan baru bagi masyarakat sekitar.


