Posted on: 29/04/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 1

KOMSOS – Sore itu, keheningan Sungai Joerat pecah oleh denting dayung dan sorak sukacita sedangkan langit Joerat bersinar lembut seolah ikut merayakan sebuah peristiwa besar yang sedang terjadi di tanah Yamasj Yeni. Dalam semangat kebersamaan dan iman yang menyala, sebanyak 298 Orang Muda Katolik (OMK) dari enam stasi hadir dalam perhelatan Joerat Youth Day. Acara akbar ini mempertemukan dua paroki: Paroki Santa Silvia Yamasj Yeni sebagai tuan rumah, dan Paroki Malaikat Gabriel Kapi, bersama stasi-stasi yang tersebar di kawasan tersebut.

Namun, yang paling menggugah hati terjadi ketika rombongan OMK dari Kuasi Paroki Youw – Wilayah Fait tiba, mengarak Salib Papua Youth Day lewat jalur sungai. Lebih dari sepuluh perahu mengapit satu perahu utama yang membawa Salib Suci, berlayar perlahan menyusuri sungai Joerat. Dari kejauhan, deretan perahu tampak anggun mengukir gelombang, seolah air sungai pun merunduk memberi hormat pada simbol iman itu.

Di pelataran Gereja Santa Silvia dan sepanjang pesisir pantai, ratusan umat telah berkumpul. OMK dan warga berdiri berjajar, hati mereka berdebar dalam penantian penuh harap. Anak-anak kecil dengan penuh semangat menyusun sebuah upacara kecil: mereka sembunyi di balik semak dan pepohonan, lalu berlari keluar sambil bersorak riang begitu Salib mulai mendekat. Wajah-wajah mereka berseri-seri, cerminan sukacita yang tulus dari hati yang mencintai Tuhan.

Suasana adat begitu terasa. Bahasa daerah digunakan dalam momen penyerahan dan penerimaan Salib, memperkuat rasa memiliki dan kekayaan budaya lokal. Lagu-lagu adat dilantunkan sebagai pujian, mengalun bersahut-sahutan diiringi tabuhan tifa dan hentakan kaki penari. Pekikan adat menggema, menjadi gema iman yang hidup dan menyatu dalam tradisi.

Tarian-tarian khas Asmat pun menyemarakkan suasana. Gerakan penuh semangat dari pemuda-pemudi Joerat menyampaikan pesan yang kuat: kami siap menyambut Salib dan mewartakan Kristus lewat budaya kami.

Meski Paroki Yamas-Yeni tengah dalam suasana suka dan tantangan yang bersamaan, namun kegembiraan dalam menyambut Salib ini menjadi bukti bahwa iman mampu menyatukan, menguatkan, dan membawa terang di tengah kehidupan.

Joerat Youth Day tak hanya menjadi ajang perjumpaan OMK lintas stasi dan paroki, tetapi juga menjadi bukti bahwa Gereja di tanah Papua hidup—berakar dalam budaya, bertumbuh dalam iman, dan berbuah dalam kebersamaan. Salib telah datang, dan Joerat bersukacita.

Hari itu, Joerat tidak hanya menjadi tempat pertemuan OMK, tetapi juga altar hidup di mana budaya dan iman saling menyapa. Salib Suci tidak hanya dibawa secara fisik, tetapi telah diterima dengan sepenuh hati. Di Joerat, semangat Orang Muda Katolik menyala: berakar dalam adat, bertumbuh dalam iman, dan berbuah dalam sukacita pelayanan.

1 people reacted on this

  1. Terima kasih Bung Peter. Semoga perayaan JYD 2025 menjadi langkah maju OMK dalam dunia milinealnya untuk berani menjadi estafet pelayanan Gereja Katolik Asmat wilayah Joerat

Leave a Comment