KOMSOS — Dalam suasana penuh sukacita dan iman, Salib Papua Youth Day (PYD) tiba di Paroki St. Petrus Ewer setelah dijemput meriah dari Stasi Pos Paroki Sawa Erma. Ratusan umat dan Orang Muda Katolik (OMK) memadati pelataran gereja untuk menyambut Salib yang sedang berkeliling dari satu stasi ke stasi lain di seluruh Keuskupan Agats. Momen ini menjadi lebih hidup lewat khotbah penuh semangat dari Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agats, RD Anes Laritembun.
Dalam khotbahnya, Pastor Anes menegaskan bahwa Salib PYD bukan sekadar simbol rohani, melainkan tanda nyata kehadiran Kristus yang hidup dan menyapa umat-Nya, khususnya orang muda. “Salib ini adalah tanda bahwa Kristus hadir di tengah kita — Ia datang untuk menguatkan dan mengutus kita. Terutama kalian, orang muda, untuk menjadi terang dan harapan di tengah dunia,” ujar Pastor Anes.
Ia kemudian mengajak seluruh OMK untuk memaknai kehadiran Salib ini sebagai panggilan untuk pembaruan hidup. “Gereja menghargai masa muda sebagai waktu yang kaya akan semangat, kreativitas, dan kerinduan akan hal-hal besar. Tapi ingat, masa muda bukan hanya soal usia, tapi soal sikap. Waktu kalian adalah anugerah, dan anugerah itu harus dipakai untuk membangun Gereja dan bangsa,” katanya tegas.
Pastor Anes tak segan mengingatkan bahwa orang muda yang menyia-nyiakan waktu bisa menjadi pribadi yang gagal bersaksi. Namun, ia percaya OMK di Ewer dan seluruh Keuskupan Agats adalah pribadi-pribadi yang siap bersinar. “Saya percaya, kalian bukan orang muda yang malas dan kehilangan arah. Kalian adalah generasi yang siap bersuara, bekerja, dan berani mengambil peran.”
Salib PYD telah melintasi sejumlah wilayah seperti Fait, Joerat, Sawa Erma, dan Agats, dan kini melanjutkan perjalanannya ke Akat sebelum tiba di Katedral Agats sebagai puncak perayaan. Setelah itu, Salib akan diantar ke Nabire, Keuskupan Timika sebagai lambang persaudaraan antar-Gereja lokal di Papua.
Di akhir khotbahnya, Pastor Anes menyerukan ajakan penuh harapan: “Mari kita kawal perjalanan Salib ini dengan doa, sukacita, dan aksi nyata. Jadilah orang muda yang tidak hanya hadir, tapi juga berperan aktif dan membawa perubahan.”
Semangat Salib PYD terus menyala, membawa pesan penyembuhan, penguatan, dan pengutusan bagi seluruh OMK. Di tanah Papua yang penuh tantangan sekaligus berkat ini, suara dan aksi orang muda menjadi harapan Gereja dan masa depan bangsa.

