Posted on: 17/04/2025 Posted by: Petrus Letsoin Comments: 0

KOMSOS – Menjelang Hari Kamis Putih, suasana di stasi kecil itu begitu hangat dan penuh sukacita. Anak-anak berlari-lari di halaman gereja, tertawa riang, sementara para mama sibuk menyiapkan bunga dan kain untuk menghias altar.

Melihat suasana penuh keakaraban, Uskup dan Suster datang membawa kejutan. Teras depan Pastoran yang penuh dengan kotak-kotak berwarna cerah. Anak-anak langsung berkumpul, penasaran.

Dengan senyum hangat, Uskup berkata, “Anak-anak terkasih, dan para mama yang setia, kami datang membawa hadiah kecil sebagai tanda kasih dan sukacita bersama!”.

Suster Aurelia, FSGM mulai mengatur barisan anak anak, beberapa langsung dipanggil satu per satu oleh suster untuk menerima bungkusan kecil yang berisi camilan. Wajah-wajah mereka bersinar penuh kebahagiaan. “Terima kasih, Suster! Terima kasih, Bapa Uskup!” mereka berseru, beberapa sambil memeluk hadiah mereka.

Tak hanya itu, Uskup juga menyerahkan bungkusan-bungkusan khusus kepada para mama dan ibu-ibu muda. Di dalamnya ada pakaian bayi yang lembut dan hangat, serta celana,bauju dan gaun-gaun sederhana untuk para mama serta jaket untuk Bapa Bapa.

Beberapa ibu menitikkan air mata bahagia.

Seorang ibu muda yang baru melahirkan satu bulan lalu, memeluk pakaian bayi yang diberikan padanya. Air mata haru mengalir di pipinya. “ Terima kasih… ini Tuhan yang kirim,” katanya lirih.

Hari itu menjadi kenangan indah. Anak-anak mengenakan baju baru saat misa kamis Putih, dan para ibu tersenyum penuh syukur. Hadiah kecil itu membawa semangat besar: cinta dan harapan dari Tuhan yang hidup. Dan itulah makna Paskah yang sesungguhnya—Yesus telah bangkit, dan kasih-Nya terus hidup dalam tindakan nyata umat-Nya.

Leave a Comment